Kasus Pengeroyokan 2 Anggota TNI, Sepatu dan Helm Pengendara Moge Jadi Barang Bukti

Premanisme

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Satake Bayu. (Foto: Dok. Polda Sumbar/tribratanews.sumbar.polri.go.id)

Langgam.id – Kasus penganiayaan terhadap dua orang anggota TNI yang dilakukan rombongan motor gede Harley Davidson Owner Grup (HOG) Siliwangi Bandung berlanjut ke ranah hukum. Dua orang dari rombongan ini berinisial MS (49) dan B (18) telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Rutan Polres Bukittinggi.

Sementara korban Serda M dan Serda Y bertugas di bagian Intel Kodim 0304/Agam mengalami luka di bagian bibir atas serta bengkak di kepala sebelah kiri belakang dan memar pada pinggang kiri. Dalam kasus ini, sejumlah barang bukti turut disita pihak kepolisian.

“Satu helm merek Simpson warna hitam, satu pasang sepatu merek Timberland dan satu pasang sepatu merek Harley Davidson disita,” kata Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, Sabtu (31/10/2020).

Dia mengatakan penetapan tersangka dua orang pengendara motor gede ini berdasarkan laporan korban ke Polres Bukittinggi bernomor LP/253/K/X/2020. Korban merasa tidak senang dan melaporkan kejadian tersebut sehingga tersangka diproses.

“Penganiayaan ini terjadi dipinggir jalan raya depan konter handphone Simpang Tarok, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi,” jelasnya.

Satake Bayu mengungkapkan, kejadian berawal dari rombongan pengendara motor gede dari kelompok HOG Siliwangi Bandung Chapter melewati Simpang Tarok sebanyak 21 kendaraan. Namun diketahui 10 kendaraan tertinggal dalam rombongan.

“10 kendaraan yang tertinggal ini bertemu dua orang anggota Kodim 0304/Agam. Terjadi perselisihan yang mengakibatkan terjadinya pemukulan oleh rombongan motor gede kepada personil kodim tersebut,” ujarnya.

Kapolres Bukittinggi, AKBP Dodi Prawiranegara mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan para rombongan motor gede ini. Apabila tidak memiliki surat-surat resmi, maka akan dilakukan penyitaan.

“Kalau sepeda motor ada suratnya, ada STNK dan terdaftar di Korlantas dan resmi, maka kami lepas,” singkatnya. (Irwanda/ABW)

Baca Juga

Jelang Muktamar Muhammadiyah ke-49, PWM Se-Sumatera Lahirkan Risalah Bukittinggi
Jelang Muktamar Muhammadiyah ke-49, PWM Se-Sumatera Lahirkan Risalah Bukittinggi
BKSDA Sumbar mendatangkan mahout dari Riau untuk mengobservasi perilaku gajah Zidan dan Lia di TMSBK Bukittinggi. (Dok. Istimewa)
BKSDA Datangkan Mahout dari Riau, Observasi Gajah Zidan dan Lia di Bukittinggi
Pembongkaran Kios di Kebun Binatang, Pedagang Laporkan ASN TMSBK ke Polda Sumbar
Pembongkaran Kios di Kebun Binatang, Pedagang Laporkan ASN TMSBK ke Polda Sumbar
Rencana penataan ulang halaman pintu masuk kebun binatang. IST
Penjelasan Pemko Bukittinggi Soal Penataan Pintu Masuk Kebun Binatang Usai Polemik dari Pedagang
Pemko Bukittinggi merelokasi pedanga di depan pintu masuk kebun binatang ke area Pasar Atas.
Penataan Pintu Masuk Kebun Binatang, Pemko Bukittinggi Relokasi Pedagang ke Pasar Atas
Kalandra Muhammad Azis, bocah berusia 4 tahun 8 bulan dari Bukittinggi menderita leukemia langka. (Dok. Istimewa)
Bocah 4 Tahun Asal Bukittinggi Berjuang Lawan Leukemia Langka, Butuh Bantuan Operasi ke Luar Negeri