Langgam.id – Semen Padang FC menemukan sejumlah pekerjaan rumah setelah dua kali kalah dalam laga uji coba melawan klub Liga 1 di Yogyakarta beberapa waktu lalu. Kekalahan ini pun menjadi bahan evaluasi tim.
Sebelumnya, Semen Padang FC kalah dari Bhayangkara FC pada Rabu (5/8/2026) dengan hasil 0-1. Hasil kalah kembali terjadi saat menghadapi Borneo FC pada Minggu (9/8/2026) dengan skor 1-2.
Penasihat Teknis Semen Padang FC Suhatman Imam mengatakan, evaluasi dilakukan terhadap beberapa sektor. Lini tengah dan belakang dinilai sudah cukup solid, sementara sektor penyerangan masih perlu pembenahan.
“Penyerang harus bisa finishing. Kalau tengah sudah solid, begitu juga belakang,” ujar Suhatman, Senin (10/8/2026).
Kata Suhatman, penyelesaian akhir menjadi salah satu aspek yang harus ditingkatkan. Peluang yang didapat harus mampu dikonversi menjadi gol, agar tim tidak kembali kehilangan hasil dari selisih tipis.
Selain lini depan, sektor penjaga gawang juga menjadi perhatian. Suhatman menilai kemampuan membaca pergerakan bola masih perlu ditingkatkan setelah tim kebobolan dalam dua pertandingan tersebut.
“Kesalahan dominan dari penjaga gawang yang kurang membaca pergerakan bola. Kesalahan kecil bisa berdampak besar,” kata dia.
Suhatman menilai kekurangan tersebut perlu segera diperbaiki melalui evaluasi tim pelatih. Terlebih, Semen Padang FC sedang mempersiapkan diri menghadapi kompetisi Liga 2 2026/2027.
Dalam dua laga uji coba tersebut, Semen Padang FC juga menghadapi perbedaan kualitas materi pemain. Borneo FC, misalnya, diperkuat tujuh pemain asing, sedangkan Semen Padang FC baru memiliki dua pemain asing.
“Kalau pertandingan Borneo, ada peningkatan performa. Pemain asing mereka tujuh, kami hanya dua orang,” ungkapnya.
Meski demikian, Suhatman mengungkap permainan Semen Padang FC saat menghadapi Borneo FC menunjukkan perkembangan setelah melakukan evaluasi dari hasil kekalahan dengan Bhayangkara FC sebelumnya. Tim mampu memberikan perlawanan dan menjaga pertandingan tetap berlangsung ketat.
“Dengan kondisi itu, Semen Padang memberikan perlawanan yang signifikan secara menyeluruh,” imbuhnya.
Di lini depan, Semen Padang FC masih memiliki Ilija Spasojevic sebagai salah satu opsi. Selain itu, masih terdapat pemain asing yang belum bergabung dengan tim.
Kehadiran pemain tersebut diharapkan dapat menambah pilihan pelatih, khususnya untuk memperkuat sektor penyerangan. Tim pelatih akan menentukan komposisi terbaik berdasarkan hasil evaluasi selama persiapan.
“Yang penting dari pertandingan ini adalah melihat perkembangan tim dan apa saja yang masih perlu diperbaiki,” tuturnya.
Suhatman menegaskan hasil uji coba tidak semata-mata dilihat dari skor akhir. Kekalahan tipis tersebut menjadi bahan untuk melihat kelemahan yang harus diperbaiki sebelum kompetisi resmi dimulai.
Kemudian Suhatmam beberkan beberapa pemain yang bisa dipertanggungjawabkan untuk bermain untuk dua laga uji coba, di antaranya: (Kiper) Ikram Alghiffari, (Bek) Otto Kapisa, Rezaldi Hehanusa, Igor Cukovic, Safruddin Tahar, (Gelandang) Alwi Slamet, Gian Zola, Lazar Zlicic, (Penyerang) Lilipaly, Muhammad Rahmat, Ilija Spasojevic, (Opsi penyerang) Zulkifli, Ariyanto Maring. (WAN)





