Kabut Asap Ganggu Aktivitas, Wako Padang Minta Semua Pihak Bergerak

Langgam.id – Wali Kota Padang, Fadly Amran, mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengantisipasi dampak kabut asap yang menyelimuti Kota Padang. Upaya tersebut diperlukan untuk menjaga kesehatan masyarakat sekaligus memastikan aktivitas sehari-hari tidak semakin terganggu.

“Karena bagaimanapun ini sudah mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Dorongan kepada seluruh stakeholder terkait untuk bisa saling menjaga dan juga tentunya melihat apa yang terjadi sebenarnya di lapangan,” kata Fadly, Senin (19/10/2026).

Fadly mengatakan, Pemerintah Kota Padang telah mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak kabut asap. Salah satunya dengan memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa.

Menurutnya, kondisi kabut asap di Kota Padang mulai membaik dibandingkan sebelumnya setelah wilayah tersebut diguyur hujan. Meski demikian, pemantauan kondisi di lapangan dan langkah antisipasi tetap diperlukan agar kualitas udara tidak kembali memburuk.

Ia berharap seluruh pihak dapat memperkuat koordinasi dalam menangani dampak kabut asap, sehingga kondisi udara semakin membaik dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Padang mencatat sebanyak 51.137 kunjungan terkait infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak 17 Agustus hingga pertengahan Oktober 2026. Peningkatan kunjungan tersebut terjadi di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, mengatakan jumlah kunjungan pasien terkait ISPA dalam beberapa hari terakhir mencapai rata-rata sekitar 1.000 kunjungan per hari.

“Kalau kita lihat rata-rata sehari pada 12, 13, 14, dan 15 Oktober, kurang lebih seribu, sekitar 1.052 kunjungan,” ujar Srikurnia, Jumat (16/10/2026).

Ia menjelaskan, pendataan dilakukan sejak kabut asap mulai terjadi pada akhir Agustus. Jumlah kunjungan pasien sempat mengalami fluktuasi, tetapi pada Oktober terlihat peningkatan hingga sekitar seribu kunjungan per hari.

Menurutnya, paparan kabut asap yang berlangsung dalam waktu cukup lama dapat mengganggu kesehatan masyarakat, terutama sistem pernapasan.

Sebagai langkah penanganan, Dinkes Padang bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membagikan masker kepada masyarakat.

Dinkes juga mengimbau warga agar menggunakan masker dan kacamata saat beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi paparan asap yang dapat mengganggu saluran pernapasan dan mengiritasi mata.

Masyarakat juga diminta beristirahat dengan cukup serta memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kondisi tubuh selama kabut asap masih berlangsung. (HER)

Baca Juga

Disdikbud menginteruksikan siswa memakai masker untuk mengantisipasi dampak asap karhutla.
Asap Karhutla, Pemko Padang Perpanjang PJJ hingga Rabu 21 Oktober 2026
Peralatan EWS Banjir di Kuranji Padang Kembali Dicuri
Peralatan EWS Banjir di Kuranji Padang Kembali Dicuri
Pemko Padang Luncurkan Sekolah Siaga Kependudukan 2026
Pemko Padang Luncurkan Sekolah Siaga Kependudukan 2026
Kementerian PPPA Aktifkan Pos SAPA di Huntara Lubuk Buaya Padang
Kementerian PPPA Aktifkan Pos SAPA di Huntara Lubuk Buaya Padang
Pemko Padang Siapkan Infrastruktur untuk Pembangunan SMK 11 di Kuranji
Pemko Padang Siapkan Infrastruktur untuk Pembangunan SMK 11 di Kuranji
Pemko Padang Usulkan Program Pengembangan Sektor Perikanan di APBN 2027
Pemko Padang Usulkan Program Pengembangan Sektor Perikanan di APBN 2027