Kabupaten Pasaman Barat dan Solok Selatan Lepas Status Daerah Tertinggal

Kabupaten Pasaman Barat dan Solok Selatan Lepas Status Daerah Tertinggal

Wakil Gubernur Nasrul Abit didampingi pejabat dari Pemkab Pasaman Barat dan Solok Selatan saat jumpa pers. (Foto: Rahmadi)

Langgam.id - Kabupaten Pasaman Barat dan Solok Selatan resmi keluar dari status tertinggal. Dari tiga daerah tertinggal sebelumnya di Sumatra Barat, hanya Kabupaten Kepulauan Mentawai yang masih berstatus tertinggal.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit saat jumpa pers di Restoran Suaso, Padang, Kamis, (1/8/2019). Saat itu juga dihadiri beberapa pejabat Solok Selatan dan Pasaman Barat.

"Alhamdulillah setelah perjuangan panjang, dua dari tiga daerah tertinggal di Sumbar akhirnya melepaskan status tertinggalnya," ujarnya.

Ia mengatakan kedua daerah resmi lepas dari daerah tertinggal per tanggal 31 Juli 2019. Dari SK yang dikeluarkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 79 tahun 2019 tentang Penetapan Keluar dari Daerah Tertinggal, Pasaman Barat berada di ranking 3 sedangkan Solok Selatan mendapat ranking 4 dari keseluruhan daerah di Indonesia yang dinyatakan keluar dari ketertinggalan.

Hal tersebut sesuai dengan target penuntasan daerah tertinggal pada Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumbar tahun 2016-202.

Ia mengatakan Kabupaten Pasaman Barat, ketertinggalan yang paling menonjol pada Kabupaten tersebut adalah infrastruktur berupa akses jalan. Menurutnya, daerah tinggal masyarakat Pasaman Barat sangat jauh dari akses jalan utama sehingga kebanyakan masyarakat terisolir.

"Namun sekarang pembangunan infrastruktur jalan di Pasbar sudah dilakukan dan Selesai sehingga Kabupaten Pasbar keluar dari daerah tertinggal pada tahun 2019 ini," ungkapnya.

Selanjutnya seperti Pasbar, kondisi di Kabupaten Solok Selatan, infrastruktur menjadi salah satu penyebab kenapa selama ini berada pada daerah tertinggal di Sumatera Barat.

"Dengan dibangunnya dan selesainya akses jalan di Kabupaten Solsel membuat masyarakat bisa dengan mudah menjalankan perekonomian mereka sehingga Alhamdulillah Kabupaten Solsel keluar dari daerah tertinggal," tukasnya.

Namun, walaupun Kabupaten Solok Selatan sudah menjadi daerah tertinggal yang terentaskan, berdasarkan indeks desa membangun tahun 2018 masih terdapat 3 desa yang tertinggal, kemudian 17 desa berkembang, 15 desa maju, dan 4 desa mandiri.

"Walau begitu, kita patut bersyukur tidak ada lagi desa sangat tertinggal di Kabupaten Solsel. Jadi untuk tiga daerah kategori tertinggal, kita akan berupaya untuk memajukan daerah tersebut agar keluar dari daerah kategori tertinggal," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kedua daerah telah memenuhi enam kriteria pokok dari 27 indikator sebagai syarat keluar dari status tertinggal. Enam kriteria yang berhasil diselesaikan seperti perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, sarana dan prasarana insfrastruktur, kemampuan keuangan daerah, aksesibilitas dan karakteristik daerah.

"Mentawai memang masih berat untuk enam dan 27 indikator tersebut. Namun kami terus berjuang bersama pusat, provinsi dan Pemkab Kepulauan Mentawai. Kita berharapMentawai bisa segera keluar dari daerah tertinggal. Mudah-mudahan periode penilaian selanjutnya bisa keluar," jelasnya.

Ia menceritakan, perjalanan sangat sulit keluar dari status tertinggal. Setelah menjadi wakil gubernur dirinya ditugaskan oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno untuk melepaskan daerah yang masih tertinggal dari status tertinggal.

Diawal karirnya sebagai Wagub, mulai masuk hutan keluar hutan menelusuri daerah tertinggal di Mentawai, Pasbar dan Solok Selatan.

"Memang berat untuk keluar. Pessel dulu juga tertinggal dan berhasil keluar. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab, kita sudah sama-sama berjuang dan saya pribadi merasakan perjuangan dari daerah hingga sekarang," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Solok Selatan, Yulian Efi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan akan terus fokus membangun walaupun telah keluar dari status tertinggal.

"Ini suatu prestasi yang membanggakan bagi kami dan Pemprov Sumbar, kami akan terus membangun kerena masih banyak daerah yang harus diperhatikan," tuturnya. (Rahmadi/HM)

Baca Juga

Festival durian solsel
Anak Bupati Solok Selatan Bakal Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Lahan Hutan Negara yang Ditanami Sawit
Kejati Sumbar Periksa Bupati Solok Selatan Khairunas Terkait Dugaan Korupsi Lahan Hutan Negara
Kejati Sumbar Periksa Bupati Solok Selatan Khairunas Terkait Dugaan Korupsi Lahan Hutan Negara
Tim Balai KSDA Sumbar mendatangi Bendungan PLTMH Tango di Pasaman Barat. Kedatangan ini karena adanya informasi dari masyarakat Kajai Selatan
Seekor Tapir Terjebak di Bendungan di Pasbar, BKSDA Sumbar Lakukan Verifikasi di Lokasi
Sebanyak 202 siswa mengikuti seleksi calon Paskibraka tingkat Pasaman Barat tahun 2024 di Balerong Pusako Anak Nagari Simpang Empat, Jumat
202 Siswa Ikuti Seleksi Calon Paskibraka Tingkat Pasaman Barat
Pemkab Solsel menggelar Festival Durian Solok Selatan di Objek Wisata Pulau Mutiara, Nagari Lubuk Gadang Utara, Kecamatan Sangir. Kegiatan ini digelar sejak 16 hingga 19 April 2024.
Festival Durian Solok Selatan, 2.500 Buah Durian Dibagikan Gratis Besok
Sebanyak 8.646 pengunjung menikmati keindahan Muaro Sasak dan Pohon Seribu di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat,
Pemkab Pasbar Targetkan Kunjungan Wisatawan ke Pantai Sasak 60 Ribu Orang Tahun Ini