Jembatan Penghubung Nagari di Agam Putus

Jembatan Penghubung Nagari di Agam Putus

Jembatan di Agam putus. [dok. Ist]

Langgam.id – Satu jembatan di Jorong Surau Lauik, Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar) putus akibat terkikis aliran sungai. Peristiwa ini terjadi pada Senin (4/10/2021).

Jembatan ini penghubung antara Nagari Panampuang dengan Nagari Lambah. Menurut Wali Jorong Surau Lauik, Datuak Basa, terdapat jalur alternatif namun jauh 2 kilometer.

“Ini diakibatkan curah hujan, air besar menghantam kaki jembatan. Selain itu, faktor usia jembatan juga berpengaruh, udah tua sejak 1950,” Datuak Basa, Senin (4/10/2021).

Datuak Basa menyebutkan, jembatan ini biasanya dimanfaatkan sehari-hari bagi warga dalam beraktivitas. Pemerintah kabupaten telah menjanjikan akan segera membangun kembali jembatan.

“Sudah datang pak wakil bupati dan dinas PU. Akan disegerakan dilakukan pembangunan. Jembatan ini juga akses bagi anak-anak ke sekolah,” ujarnya.

Baca Juga

Koper Jemaah Haji Mulai Tiba di Padang, Kakanwil Kemenhaj Sumbar: Segera Kita Distribusikan
Koper Jemaah Haji Mulai Tiba di Padang, Kakanwil Kemenhaj Sumbar: Segera Kita Distribusikan
Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar mengeluarkan Surat Edaran Nomor 400/1140 /Kesra/XII-2023 tentang Pergantian Tahun Baru Masehi di
Libur Lebaran, 70 Ribu Kendaraan Masuk Bukittinggi Setiap Hari
Tenda Pelamin dan Rumah di Tanah Datar Terbakar Jelang Pesta Pernikahan
Tenda Pelamin dan Rumah di Tanah Datar Terbakar Jelang Pesta Pernikahan
BPS mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatra Barat pada September 2025 melalui pintu masuk Bandara Internasional Minangkabau
Arus Balik Lebaran, Tiket Pesawat Padang-Jakarta Ludes Terjual
Profil Pakar Telematika Abimanyu Wachjoewidajat yang Ungkap VCS Bupati Safni Bukan Rekayasa
Profil Pakar Telematika Abimanyu Wachjoewidajat yang Ungkap VCS Bupati Safni Bukan Rekayasa
Pakar Telematika Ungkap Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Safni Bukan Hasil Rekayasa
Pakar Telematika Ungkap Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Safni Bukan Hasil Rekayasa