Jelang Kembali ke Jawa Timur, 138 Santri dan Guru Ponpes Asal Sumbar Jalani Tes Swab

Santri Asal Sumbar

Hafizul Furqan. (Foto: Irwanda)

Langgam.id –  Sebanyak138 orang yang terdiri dari santri hingga guru asal Sumatra Barat (Sumbar) menjalani tes swab polymerase chain reaction (PCR). Mereka melakukan tes sebelum kembali ke Pondok Pesantren Gontor 2 di Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (14/6/2020).

Tes swab ini dilakukan secara gratis diberikan dinas kesehatan, berlangsung di Kampus Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Kamis (11/6/2020). Jika tidak ada aral melintang, rombongan dilepas langsung Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Pembimbing Rombongan Hafizul Furqan mengatakan, tes swab ini menjadi syarat bagi santri dan para guru untuk bisa berangkat. Rombongan dijadwalkan akan mengunakan lima bus untuk menuju pondok pesantren.

“Ini adalah persyaratan kami untuk kembali ke pondok pesantren modern Gontor, agar anak-anak kembali ke pondok selamat. Jadi inilah syarat swab agar aman, tidak ada masalah apapun, begitupun persyaratan lain sudah kami lengkapi,” kata Hafizul kepada wartawan, Kamis (11/6/2020).

Baca juga : Pasien Corona Sumbar yang Sembuh Mendekati 60 Persen, Angka Nasional Baru 35 Persen

Ia menyebutkan hasil tes akan keluar sebelum keberangkatan, atau dua hari sesudah pemeriksaan. Apabila ditemukan adanya di antaranya positif, maka yang bersangkutan akan dibatalkan berangkat ke pondok pesantren.

“Kami tahan satu yang positif itu saja apabila ditemukan hal yang tidak diinginkan. Insyaallah kami berangkat Minggu. Pengambilan swab satu kali ini saja. Keluar dua hari ke depan,” ujarnya.

Baca juga : Data Covid-19 Sumbar 11 Juni 2020 Pagi: Bertambah 3 Positif, Total Kasus 662 Orang

Sebelumnya, kata Hafizul, para santri dan guru kembali ke Sumbar ketika pandemi sebelum Ramadan. Mereka dipulangkan mengingat kondisi agar tidak terjadi perkumpulan masa.

“Pas pulang kemarin langsung ke rumah masing-masing dan melakukan isolasi mandiri. Sekarang kami tes swab untuk kembali ke pondok pesantren. Mereka anak yang menjadi santri, calon guru, guru dan mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di pondok tersebut,” tuturnya. (Irwanda/SS)

Baca Juga

Langgam.id-cerah berawan
Cuaca Idul Adha 2026 di Sumbar Diprediksi Cerah, Sebagian Cerah Berawan
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kronologi Kematian Tragis Dua Orang Diduga Keracunan Asap Genset saat Mati Lampu
Ilustrasi mati lampu PLN
Mati Lampu Massal, Berikut Daftar Daerah Terdampak