Langgam.id - Meski laju inflasi Sumatra Barat per Maret 2024 mencapai 3,93 persen atau tertinggi di Pulau Sumatra, bahkan nomor empat se Indonesia. Namun, Pemprov Sumbar masih optimis inflasi selama Idul Fitri tahun ini bakal lebih stabil.
Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy sebagai salah satu provinsi produsen dan lumbung pangan di Sumatera bagian Tengah, optimistis jelang Lebaran tahun ini diprediksi akan mengalami stabilisasi harga pangan.
Dalam diskusi dengan Irjen Kemendagri Tomsi Tohir, beberapa waktu lalu, Audy menyampaikan optimismenya terhadap kondisi ketersediaan pangan dan laju inflasi Sumatra Barat selama Ramadan dan Idul Fitri.
"Biasanya harga di Kepulauan Mentawai lebih tinggi daripada harga di daratan. Tapi Alhamdulillah minggu ini Sumbar sebagai salah satu produsen dan lumbung pangan Sumatera Tengah, baik tanaman pangan, hortikultura, sejauh ini harga terkendali dan normal," ujar Audy, dikutip dari Infopublik, Rabu (3/4/2024).
Ia mencontohkan harga cabai merah yang melonjak beberapa pekan jelang Ramadan lalu, kini sudah stabil di hampir seluruh wilayah di Sumbar.
"Cabai merah misalnya, saat ini berkisar pada harga Rp40.000-Rp60.000 dan harga di kabupaten kota juga terkendali dan insyaallaah di lebaran ini Sumatera Barat inflasi tetap baik dan terkendali," sambungnya.
Capaian Sumbar dalam pengendalian harga dan pengamanan pasokan tersebut mendapat apresiasi dari Irjen Kemendagri Tomsi Tohir.
"Luar biasa pak wagub. Kalau cabai dapat teratasi berarti harga yang lain dapat teratasi, untuk Sumatra Barat," kata Tomsi. (*/Fs)