Langgam.id – Harga sapi di Pasar Ternak Muaro Paneh, Kabupaten Solok, mulai mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026. Kenaikan harga dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat untuk hewan kurban.
Seorang pedagang sapi di Pasar Ternak Muaro Paneh, Masri mengatakan, harga sapi saat ini bervariasi tergantung jenis dan kualitas ternak yang dijual. Harga pun berkisar antara Rp17,5 juta hingga Rp19 juta per ekor, tergantung ukuran dan kualitas tubuh sapi.
Ia menjelaskan, sapi dengan harga sekitar Rp19 juta umumnya memiliki estimasi daging mencapai 125 kilogram. Sedangkan sapi seharga Rp17,5 juta rata-rata menghasilkan sekitar 100 kilogram daging.
“Kalau tahun lalu bisa Rp 17,1 juta jenis limosin. Harga itu sesuai kualitas dan ukuran sapi,” kata Masri kepada Langgam.id, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan, sapi jenis limosin, brahman dan semental masih menjadi pilihan masyarakat. Karena memiliki bobot daging lebih banyak dan padat dibanding sapi jenis lainnya.
“Kalau limosin, semental dan brahman, itu dagingnya lebih banyak. Orang sekarang banyak mencari jenis itu untuk kurban,” ujarnya.
Menurut Masri, kenaikan harga sapi juga dipengaruhi tingginya permintaan menjelang Iduladha. Meski demikian, pembeli masih bisa melakukan negosiasi harga dengan pedagang.
“Harga bisa nego, tergantung kualitas sapi juga. Kalau bagus tentu beda harganya,” ucapnya.
Selain itu, ia memastikan kondisi hewan ternak yang dijual di pasar dalam keadaan sehat dan tidak ditemukan adanya penyakit pada sapi. “Semua yang dijual sehat,” imbuhnya. (WAN)





