Hidayat: Musuh Utama Padang adalah Kemiskinan

Langgam.id - Bakal calon Wali Kota Padang, Hidayat megungkapkan musuh utama saat ini adalah kemiskinan. Jika terpilih menjadi orang nomor satu di Kota Padang, ia memastikan tidak boleh ada lagi anak anak yang tidak bersekolah atau putus sekolah karena tidak ada biaya.

Mengutip penyataan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, syarat negara kuat dan hebat itu adalah pendidikan rakyatnya harus hebat, kesehatan rakyat harus terjaga, ekonomi rakyat harus kuat dan pengangguran harus rendah.

"Saya memiliki visi mewujudkan Kota Padang Hebat. Kota yang bersih, aman, nyaman, tertib, berbudaya, membanggakan dan merindu," kata Hidayat usai mengikuti asesmen bakal calon kepala daerah dari Partai Gerindra, Sabtu (1/6/2024).

Anggota DPRD Sumbar dua periode ini mengungkapkan, dirinya juga memastikan tida ada lagi warga Kota Padang yang tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan karena tidak sanggup membayar iuran BPJS.

Selain itu, ia juga akan mengupayakan peningkatan kualitas kesolehan sosial saling hormat menghargai berlandaskan ABS SBK atau peningkatan budi pekerti siswa di tingkat pendidikan dasar yang hebat melalui kurikulum pendidikan yang ber-kearifan lokal

"Mewujudkan kelembagaan sosial di luar mekanisme pemerintahan guna mendorong dan menciptakan partisipasi publik dalam rangka bagaimana membuat anak yatim dan warga fakir miskin dapat tersenyum karena kebutuhan dasarnya terpenuhi," ungkapnya.

Perlu diketahui, berdasarkan data BPS tahun 2023, persentase penduduk miskin kota Padang 4,26 persen. Sumbar 5,92 persen dan nasional 9,54 persen.

Maka itu, Hidayat berjanji akan mengoptimalisasikan peningkatan indeks pembangunan manusia. Terutama, menurunkan angka stunting, kemiskinan dan pengangguran.

"Data BPS tahun 2022 tingkat pengangguran Kota Padang, 11,69 persen, Sumbar 6,28 persen dan nasional 5,9 persen," ungkapnya.

Hidayat megungkapkan dirinya memastikan program Pemerintah Provinsi dan Pemeritah Pusat terlaksana dengan baik dan sukses (misalnya program makan bergizi gratis).

"Melakukan aktualisasi dan update pendataan permasalahan kesejahteraan sosial agar bansos-bansos tepat sasaran dan tepat manfaat," ucapnya.

Berikut strategi Hidayat dalam mewujudkan Kota Padang Hebat

Bidang Pemerintahan

  1. Menerapkan sistem merit dalam manajemen ASN (UU No. 5 tahun 2014) Ttg ASN/ Reward and Punishment
  2. Menerapkan konsep kepemimpinan kolaboratif dan partisipatif bersama stakholders (Perguruan Tinggi, forkopimda Kota, BUMN, Ormas, OKP dst) guna peningkatan kualitas pelayanan publik
    a. Mengurai kemacetan melibatkan siswa/pramuka
    b. Penerapan standarisasi pelayanan pemerintahan mulai dari tingkat RT/RW/Kelurahan
    d. Menggairahkan partisipasi publik menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan dengan pola kepemimpinan transformatif (menginspirasi, memotivasi dengan mengesampingkan kepentingan diri dan kelompok)
  3. Bersinergis dan Berkolaborasi dengan Pemda kab kota, provinsi dan pusat
    Catt: mulai dari Penyusunan Misi Visi yang selaras dengan RPJMD dan RPJPD Provinsi serta RPJMN/Program Strategis Nasional dan terutama dengan misi visi Presiden terpilih hasil Pilpres 2024
  4. Upaya peningkatan kapasitas fiskal keuangan daerah melalui optimalisasi PAD (seperti meminimalisir kebocoran pada sektor pajak dan retribusi daerah) dan alokasi belanja daerah yang efektif berorientasi manfaat untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan warga kota.

Bidang Kesra

  1. Memastikan tidak boleh ada lagi anak anak yang tidak bersekolah atau putus sekolah karena tidak ada biaya.
  2. Memastikan tida ada lagi warga Kota yang tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan karena tidak sanggup membayar iuran BPJS
  3. Upaya peningkatan kualitas kesolehan sosial saling hormat menghargai berlandaskan ABS SBK/peningkatan budi pekerti siswa di tingkat pendidikan dasar yang hebat melalui kurikulum pendidikan yang ber-kearifan lokal
  4. Mewujudkan kelembagaan sosial di luar mekanisme pemerintahan guna mendorong dan menciptakan partisipasi publik dalam rangka bagaimana membuat anak yatim dan warga fakir miskin dapat tersenyum karena kebutuhan dasarnya terpenuhi (data BPS tahun 2023 persentase penduduk miskin kota Padang 4,26%. Sumbar: 5,92%, nasional: 9,54%)
  5. Optimalisasi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (tahun 2022 IPM kota 83,29 Sumbar 73,26 nasional 72,91), terutama menurunkan angka stunting (data SSGI: tahun 2022 19,5%, kemiskinan dan pengangguran (data BPS tahun 2022 tingkat pengangguran kota: 11,69% Sumbar: 6,28% Nasional: 5,9%)
  6. Memastikan program Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat terlaksana dengan baik dan sukses (misalnya program makan bergizi gratis)
  7. Melakukan aktualisasi dan update pendataan permasalahan kesejahteraan sosial (perkesos) agar bansos bansos tepat sasaran dan tepat manfaat.

Bidan Pembangunan

  1. Peningkatan infrastruktur publik dan sanitasi kota terutama di kawasan kumuh (Perwako 519 tahun 2020 menetapkan lokasi perumahan kumuh dan permukiman kumuh seluas 122,33 Ha tersebar di 22 lokasi)/jalan lingkungan dan drainase
  2. Upaya pembangunan/rehabilitasi/revitalisasi fasilitas toilet berstandar di institusi pendidikan SD dan SMP, Puskesmas Pembantu dan Puskesmas, kantor kantor kelurahan dan pemerintahan serta di areal publik
  3. Peningkatan pengelolaan dan pemanfaatan Hutan Taman Raya Bung Hatta
  4. Penerapan pengelolaan manajemen fasilitas publik yang berbayar dengan basis teknologi (pengelolaan parkir/retribusi tempat wisata/hotel dan restoran) dalam rangka peningkatan PAD
  5. Merancang pembangunan infrastruktur kota yang berkualitas dan membanggakan (peningkatan jalan/draniase/banjir kanal/pasar/objek wisata/gedung pertunjukkan bertaraf internasional/GOR/rumah tak layak huni tahun 2022 mencapai 8.436) melalui skema dan/atau sharing pembiayaan dengan APBD Pemrov dan APBN Pemerintah Pusat

Bidang Perekonomian

  1. Berdasarkan struktur PDRB Kota Padang 2023/ Perdagangan 17,4% maka penguatan ekonomi kerakyatan (pelaku usaha mikro dan super mikro untuk tumbuh dan berkembang melalui upaya pendampingan yang berkelanjutan (manajemen dan pembiayaan perbankan)
    tahun 2023 perdagangan sektor penyumbang perekonomian terbesar dengan skala perdagangan kecil mencapai 33.135 pelaku usaha/besar 2.447/menengah 13.491 dan mikro 1.918 pelaku usaha
  2. Optimalisasi pemanfaatan potensi dan peluang investasi kota dengan mewujudkan iklim regulasi dan pelayanan yang kondusif, berkeadilan dan kompetitif berbasis ekonomi hijau (pertumbuhan berbasis lingkungan) dan inovasi ekonomi sirkular (Pertumbuhan berkelanjutan dengan mendorong optimalisasi sumberdaya seperti upaya memulihkan sampah dengan mendaur ulang sampah jadi produk baru)
  3. Penguatan sebagai kota perdagangan dan jasa
  4. Upaya peningkatan potensi PAD melalui sektor pariwisata dan perdagangan
  5. Optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan potensi potensi sektoral seperti pariwisata berbasis budaya/ festival festival budaya yang terjadwal secara periodik/pengelolaan 19 pulau pulau kecil di perairan kawasan kota Padang/menjaga kemurnian fungsi 26 DAS yang ada di kota Padang

Fasilitas Publik

  1. Revitalisasi/Modernisasi pengelolaan pasar pasar tradisional
  2. Pembangunan publik servis gratis (taman kota keluarga dan arena ekspresi generasi muda).
Tag:

Baca Juga

Pj Wako Andree Algamar: Program Tanggap Bencana di Kota Padang Sudah Diakui Dunia
Pj Wako Andree Algamar: Program Tanggap Bencana di Kota Padang Sudah Diakui Dunia
PKS Sumbar Sebut Ada Upaya Framing Menjatuhkan Elektabilitas Mahyeldi Lewat Kasus Korupsi
PKS Sumbar Sebut Ada Upaya Framing Menjatuhkan Elektabilitas Mahyeldi Lewat Kasus Korupsi
Pemko Payakumbuh akan menggelar lomba mural guna menyambut HUT RI ke-79. Untuk mempersiapkan lomba tersebut, Pemko Payakumbuh mengadakan
Pemko Payakumbuh Gelar Lomba Mural Guna Sambut HUT RI ke-79, Ini Jadwalnya
Pemkab Agam menerima bantuan dari BPK RI senilai Rp250 juta. Bantuan itu diberikan untuk pemulihan bencana di Kabupaten Agam
Pemkab Agam Terima Bantuan Rp250 Juta dari BPK RI untuk Pemulihan Bencana
Universitas Negeri Padang (UNP) akan mengirim sebanyak 6.006 mahasiwa ke 12 kabupatan/kota di Sumbar untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN)
UNP Kirim 6.006 Mahasiswa Ikuti KKN di 12 Kabupaten Kota di Sumbar
BNNP Sumbar Cup 2024: Soccer Jurnalis Bidik Gelar Juara
BNNP Sumbar Cup 2024: Soccer Jurnalis Bidik Gelar Juara