Helikopter P-1103 Milik Polri Hilang di Perairan Bangka Belitung

Helikopter P-1103 Milik Polri Hilang di Perairan Bangka Belitung

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. [Dok. Polri]

Langgam.id – Polri berduka. Helikopter P-1103 hilang kontak di perairan Bangka Belitung usai dihantam cuaca buruk, Minggu (27/11/2022).

Minggu itu, terdapat dua helikopter Polairud Polri yang melakukan penerbangan dari Palangka Raya menuju Pangkalan Bun, yakni helikopter nomor register P-1103 dan P-1113. Kedua helikopter masing-masing membawa empat kru.

Saat melakukan penerbangan melewati cuaca buruk, kapten pilot helikopter P-1113 mengambil keputusan untuk naik ke ketinggian 5.000 kaki. Kapten pilot helikopter P-1103 mengambil keputusan turun menuju ketinggian 3.500 kaki.

Pukul 14.24 WIB, kapten pilot heli P-1113 berusaha memanggil kru helikopter P-1103 melalui frekuensi radio helikopter. Namun, panggilannya tidak dijawab dan di menara pemantau, sudah tidak terlihat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, insiden jatuhnya helikopter duka bagi seluruh keluarga besar institusi Polri.

Menurut Sigit, peristiwa tersebut terjadi ketika Helikopter P-1103 melakukan perjalanan dari Pangkalan Bun ke Pondok Cabe. Namun, di tengah penerbangan heli itu diterjang oleh cuaca buruk.

“Kami keluarga besar kepolisian mendapatkan musibah. Kondisi cuaca buruk, sehingga satu helikopter lost contact,” kata Sigit usai penyematan Brevet Hiu Kencana TNI AL di Dermaga 100 Jakarta Utara, Senin (28/11/2022).

Untuk saat ini, Sigit menegaskan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah maksimal dalam melakukan proses evakuasi dan pencarian terhadap kru dari helikopter tersebut.

Polri bersinergi dengan TNI Angkatan Laut (AL), Basarnas, dan masyarakat setempat dalam prosesnya. Saat ini proses pencarian terus dilakukan.

“Dari Polri sendiri dengan kapal dan helikopter yang kita miliki kemudian dibantu Basarnas, TNI Angkatan Laut dan beberapa kapal masyarakat,” tutur Sigit.

Sejauh ini, menurut Sigit, setelah peristiwa tersebut pihaknya telah menemukan pelampung, kursi yang diduga bagian dari helikopter tersebut. Serta satu korban jenazah dari salah satu kru personel kepolisian.

Sigit menyebut, dengan adanya proses pencarian dan evakuasi maksimal yang dilakukan pihaknya segera bisa menemukan para kru personel kepolisian serta helikopter.

Baca Juga: Bantuan 1,5 Ton Rendang Sumbar untuk NTT Diantar dengan Helikopter BNPB

“Mohon doanya. Mudah-mudahan segera bisa kita dapatkan dan mudah-mudahan juga masih ada kabar baik untuk anggota-anggota kita yang lainnya untuk ditemukan,” kata Sigit.

Baca Juga

Petugas BPBD evakuasi warga terjebak banjir di Kota Padang.
Banjir Kota Padang, BPBD Klaim Tak Ada Tanggul Jebol
Banjir merendam SMP Negeri 41 Gunung Sarik, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Senin (3/8/2026).
Cerita Kepsek SMPN 41 Pantau CCTV Saat Banjir Rendam Gedung Sekolah
Kondisi Dadok Tunggul Hitam usai diterjang banjir pada Selasa pagi (3/8/2026).
Begini Kondisi Dadok Tunggul Hitam Usai Diterjang Banjir
SMP Negeri 41 Gunung Sarik, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang usai terdampak banjir, Selasa (4/8/2026).
Banjir Kota Padang, SMPN 41 Padang Masih Dipenuhi Lumpur
Banjir di Kecamatan Kuranji
BNPB: Banjir Rendam 3 Kecamatan di Padang, RSUD Terdampak
15 Titik Wilayah di Padang Terdampak Banjir, BPBD Fokus Evakuasi Warga dan Pendataan
15 Titik Wilayah di Padang Terdampak Banjir, BPBD Fokus Evakuasi Warga dan Pendataan