Heboh Kalung Anti-Corona, BPTP Sosialisasi Eucalyptus ke Tanah Datar dan Payakumbuh

Kalung Anti-Corona

Produk eucalyptus. (Foto: Kementan/pertanian.go.id)

Langgam.id – Produksi eucalyptus oleh Kementerian Pertanian yang disebut sebagai “kalung anti-corona” sempat menimbulkan kehebohan pekan lalu. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatra Barat (Sumbar) mendatangi sejumlah kabupaten dan kota untuk menyosialisasikan soal eucalyptus tersebut.

Kepala BPTP Sumatera Barat Jekvy Hendra mengatakan, kementerian pertanian mempunyai 3 balai nasional, yakni balai tropikal, balai penelitian obat dan rempah serta balai penelitian hewan dan virus. “Informasi yang berkaitan dengan eucalyptus yang akan kami sampaikan adalah hasil kajian dan hasil pengamatan oleh Balitbang,” katanya di Payakumbuh, Selasa (14/7/2020).

Jekvy mengatakan, karena produk eucalyptus ini menghebohkan, Balitbang turun ke seluruh kabupaten dan kota di Sumbar.  Ia berharap segala kesimpang siuran dapat diluruskan.

“Kementerian pertanian memiliki banyak balai yang menangani tentang obat, rempah. Balai veteriner mengelola tentang masalah hewan dan virus. eucalyptus ini sudah diketahui mengandung senyawa sinogeul senyawa ini diuji di veteriner. Hasil riset membuktikan eucalyptus mampu membunuh dan melakukan proteksi terhadap virus sampai 80 persen,” katanya, sebagaimana dirilis situs resmi Pemko Payakumbuh, Rabu (15/7/2020).

Terkait uji klinis eucalyptus, menurutnya, merupakan bahan alami yg tidak berbahaya untuk dihirup. “Kami sudah melakukan beberapa inovasi dengan membuat beberapa produk. Yaitu berupa minyak, roll on dan kalung yang di dalamnya berisi minyak eucalyptus,” jelas Jekvy.

Jekvy berharap kunjungan tim ke seluruh kabupaten dan kota di Sumbar dapat menepis kontroversi tentang eucalyptus. Sehingga, tidak diragukan lagi oleh masyarakat. Ia berharap apa yang dihasilkan oleh anak bangsa ini bisa ditindaklanjuti.

Di Tanah Datar, Jekvy menyampaikan, ia bersama jajarannya ditugaskan untuk menyampaikan tentang ekaliptus kepada jajaran pemerintah daerah sehingga bisa disampaikan juga kepada masyarakat.

Menurutnya, eucalyptus bukan dijadikan serum namun dikemas dalam bentuk kalung, inhaler, roll on, salep, hingga difuser. “Produk Kementan ini bertujuan untuk menjadi tameng atau perisai terhadap penyebaran virus corona yang diketahui menyebar melalui droplet atau percikan. Aroma terapi dari Eucalyptus inilah yang mampu membunuh virus Corona sampai 80% ketika dipakai selama 30 menit. Ke depannya akan dikembangkan lebih lanjut,” katanya.

Di Payakumbuh, tim ini disambut Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi dan jajaran. Ia mengatakan, berharap ada obat yang menyembuhkan “Alangkah lebih baik temuan-temuan dari bapak di pertanian dapat menyembuhkan dan recovery untuk penyembuhan covid ini. Kalau memang bagus kita langsung terima dan pakai. Karena kita memang butuh dan perlu obat ini,” ujar Riza

Di Tanah Datar, rombongan itu disambut Sekda Irwandi dan sejuma pejabat. Irwandi mengatakan, hasil diskusi dengan BTPB menjadi salah satu bahan evaluasi bagi Pemerintah Tanah Datar.

“Perihal Eucalyptus menjadi bahan pengetahuan bagi kita semua dan tentu akan disampaikan kepada masyarakat melalui media informasi. Dan untuk perihal program inovasi tentu ini menjadi catatan khusus terutama bagi OPD terkait untuk bisa digiatkan lagi, dan tentunya disesuaikan juga dengan anggaran yang tersedia,” ujarnya, sebagaimana dirilis Humas Tanah Datar.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian meluncurkan produk eucalyptus di ruang utama Agriculture War Room (AWR), Jakarta, Jumat, 8 Mei 2020. Produk inovasi disebut sebagai uji lab para peneliti pertanian yang dinilai mampu menangkal penyebaran virus.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo sebagaimana dirilis situs resmi Kementan mengatakan, pengujian eucalyptus terhadap virus influenza, virus Beta dan gamma corona yang menunjukkan kemampuan membunuh virus sebesar 80-100 persen. (*/SS)

Baca Juga

Daftar 5 Korban Meninggal Kecelakaan Beruntun Truk Trailer di Sumbar
Daftar 5 Korban Meninggal Kecelakaan Beruntun Truk Trailer di Sumbar
Kisah Chatib Sulaiman yang Belum Jadi Pahlawan Nasional
Kisah Chatib Sulaiman yang Belum Jadi Pahlawan Nasional
PLMTH di Jorong Muaro Busuak, Kabupaten Solok, Sumbar sebagai sumber energi listrik swadaya warga
Menjajaki Transisi Energi Swadaya Warga di Kaki Bukit Barisan
Presiden Prabowo saat meninjau pembangunan Huntara untuk korban banjir di Kabupaten Agam.
984 Huntara untuk Sumbar, Prabowo Perintahkan Rampung Sebelum Ramadan
Semen Padang akan menjamu Bhayangkara FC Lampung pada pekan kesembilan Liga Super League 2025/2026, Senin sore (20/10/2025) di Stadion Haji
Lawan Persis Solo, Semen Padang FC Bidik Kemenangan Sebelum Jeda Paruh Musim
Banjir bandang merendam pemukiman wawrga di Kota Padang, Jumat (28/11/2025). BPBD
Bencana Picu Inflasi Sumbar Melambung Tinggi