Hasil Produksi Padi “Moeldoko” di Dharmaraya Capai 8,8 Ton per Hektar

Hasil Produksi Padi "Moeldoko" di Dharmaraya Capai 8,8 Ton per Hektar

Produksi padi M70D atau dikenal dengan padi "Moeldoko" di Dharmaraya. (Humas Pemkab Dharmasraya)

Langgam.id- Demonstrasi Farming (Denfarm) padi M70D seluas 10 hektar di persawahan Jorong Piruko Utara Nagari Sitiung Kecamatan Sitiung, tepatnya di hamparan Kelompok Tani Handayani II, membuahkan hasil yang memuaskan.

Kelompok Tani Handayani yang  melakukan uji coba tanam padi M70D atau yang lebih dikenal dengan padi “Moeldoko”, berhasil panen 8,8 ton per hektar.

Wesi Arlen, PPL Nagari Sitiung mengatakan, Denfarm kelompok Handayani 2 Jorong Piruko Utara mengaku puas, dari ubinan 2,5 meter dikali 2,5 persegi tersebut, bisa menghasilkan produksi 8,8 ton per hektar.

“Hasil ubinan padi sawah M70D 2,5 dikali 2,5 meter persegi setelah ditimbang hasilnya 5,5 kilogram, setara hasilnya 8,8 ton per hektar. Bila 10 hektar, itu berarti hasil dari Denfarm M70D ini bisa mencapai 88 ton,” ujarnya.

Kholik Widiarto, petugas statistik pertanian Kecamatan Sitiung mengatakan, kondisi tanah di daerah Sumatar sedikit berbeda dari Pulau Jawa. Jika di Pulau Jawa, umur padi siap panen 70 hari setelah tanam, sementara di Sumbar 75 hari setelah tanam.

Namun kata dia, hasil padi sawah Denfarm M 70 D cukup memuaskan, karena bisa mencapai 8,8 ton per hektar.

“Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan dan lumayan menjanjikan bagi petani padi,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya Darisman mengatakan, hasil produksi padi M70D yang mencapai 8,8 ton per hektar itu adalah 2 kali lipat rata-rata hasil produksi padi di Kabupaten Dharmasraya.

Kata dia, rata-rata hasil produksi padi di Dharmasraya hanya 4,8 ton per hektar. Hal ini tentu menunjukkan bahwa padi M70D sangat cocok untuk dikembangkan di persawahan Dharmasraya.

“Kita akan lakukan langkah pengembangan padi M70D ini untuk meningkatkan produksi padi di Kabupaten Dharmasraya. Kita akan usahakan lagi bibitnya ke Pak Moeldoko, baik bantuan atau kita beli,” ujarnya. (*)

Baca Juga

Wakil Bupati Dharmasraya, Leli Arni menegaskan pentingnya kedisiplinan dan rasa tanggung jawab seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN)
Wabup Dharmasraya Ingatkan Pentingnya Disiplin dan Tanggung Jawab ASN dalam Bertugas
Dua jembatan yang rusak akibat banjir di Dharmasraya dikabarkan akan segera kembali oleh pemerintah pusat. Ini merupakan bagian dari program
Dua Jembatan Rusak Akibat Banjir di Dharmasraya Bakal Dibangun Kembali
Pemkab Dharmasraya menggelar Bazar Pertanian dalam rangka Launching program One Village One Product (OVOP) Kabupaten Dharmasraya
Hari Ini, Pemkab Dharmasraya Launching OVOP dan Gelar Bazar Hasil Pertanian
Pemkab Dharmasraya bakal menggelar Launching dan Seminar One Village One Product (OVOP) pada Senin (19/1/2026) di Auditorium Dharmasraya.
Pemkab Dharmasraya Bakal Gelar Launching dan Seminar One Village One Product
Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menerima Penghargaan Upakarya Wanua Nugraha Tahun 2025 dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal,
Bupati Dharmasraya Terima Penghargaan Upakarya Wanua Nugraha 2025 dari Mendes
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani menyampaikan kondisi pascabanjir di Kabupaten Dharmasraya pada Rapat Koordinasi
Hadiri Rakor dengan Mendagri, Bupati Annisa Paparkan Kondisi Pascabanjir di Dharmasraya