Hari ke 19 Pencarian Korban Banjir Bandang, Bupati Tanah Datar: Masih Tetap Dilanjutkan

Total kerugian akibat bencana yang melanda Sumatra Barat (Sumbar) pada 11-12 Mei 2024 lalu mencapai Rp516,8 miliar. Hal itu itu diketahui

Sejumlah rumah warga yang diterjang banjir bandang di Tanah Datar. [foto: Kominfo Tanah Datar]

Langgam.id – Bupati Tanah Datar Eka Putra memastikan pencarian korban bencana banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi yang melanda daerah beberapa waktu lalu, masih akan terus dilanjutkan. Meski proses pencarian korban sudah memasuki hari ke 19.

Ia mengatakan walaupun sudah memasuki hari ke 19, tim SAR gabungan TNI, Polri, Marinir, Basarnas dan juga PMI masih tetap dilanjutkan melakukan pencarian, dengan tim yang masih terus bekerja.

Eka Putra memimpin rapat evaluasi bersama Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Inf. Agus Prio Pujo Sumedi, Kapolres Tanah Datar AKBP. Derry Indra, Danyon Marharlan II Mayor Marinir Denny Aprianto Putro, Kalaksa BPBD Ermon Reflin, Kadis Kominfo Yusrizal dan Tim dari Basarnas di Gedung Indo Jolito Batusangkar.

“Hari ini masuk hari ke-19 pencarian 10 korban banjir lahar dingin gunung Marapi yang masih belum ditemukan, kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga dari 10 korbang yang masih belum ditemukan agar ikhlas, semoga dengan keikhlasan tersebut akan lebih memudahkan untuk pencarian korban,” katanya, dikutip Kamis (30/5/2024).

Ia menyebutkan 7 dari 10 korban hilang sudah ikhlas, 3 lagi sedang diupayakan. “Maka dari itu malam ini kita kembali adakan rapat evaluasi, “ucap Bupati Eka Putra.

Terkait pencarian korban ini, ia minta Tim SAR gabungan untuk terus melanjutkan pencarian, namun dengan tetap memperhatikan keselamatan tim, APD lengkap dan lainnya, walau batas waktu pencarian telah usai namun tim dengan semangat kemanusiaan yang tinggi masih terus melakukan pencarian.

Dikatakan Bupati Eka Putra malam-malam sebelumnya juga telah diadakan rapat evaluasi terkait batu-batu besar di aliran sungai yang berhulu di Marapi dipantau dari drone dan upaya yang akan dilakukan.

Danyon Marharlan II Mayor Marinir Denny Aprianto Putro beri masukan terkait pencarian korban untuk dapat memaksimalkan pemakaian alat seperti hagglunds PMI, ekskavator mengingat lokasi pencarian yang berlumpur dan bercampur material gunung yang cukup dalam serta perlu juga memperhatikan kearifan lokal atau informasi-informasi dari masyarakat setempat.

Pada kesempatan yang sama Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Inf. Agus Prio Pujo Sumedi sampaikan agar segera koordinasikan dengan pemerintahan nagari terkait pembersihan material gunung seperti kayu-kayu besar yang harus dipotong dengan chainsaw atau gergaji mesin lainnya.

Sementara itu Basarnas dalam paparan yang disampailan Samsul Akmal di hari ke-19 pencarian tim yang turun sebanyak 68 personil dengan tingkat kesulitan yang dihadapi seperti tanah berlumpur yang cukup dalam dan hasil pencarian masih nihil. (*/Fs)

Baca Juga

Bangunan rangka besi hotel di sempadan sungai Lembah Anai.
Apa Saja Aturan yang Dilanggar Bangunan di Lembah Anai?
Petugas BPBD mengevakuasi warga terdampak banjir di Tanah Datar, pada Selasa malam. DOK BPBD
Hujan Deras, Dua Kecamatan di Tanah Datar Terdampak Banjir
Kerangka besi bangunan hotel di simpadan sungai Batang Anai, Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar.
Jangan Rusak Lembah Anai Demi Cuan Semata
Warung Kopi di sempadan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar
Pemprov Sumbar Tegur Aktivitas Warkop Baru di Lembah Anai
Kerangka hotel milik PT HSH di sempadan sungai Batang Anai, Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar. dok
Setengah Hati Menindak Bangunan Bermasalah di Lembah Anai
Truk maut yang penyebab kecelakaan beruntun di Padang besi. (Foto: Fajar Hadiansyah/Langgam.id)
KIR Truk Penyebab Kecelakaan Beruntun di Padang Besi Mati