Hari Batik Nasional, Masyarakat Sumbar Diminta Pakai Batik Khas Minangkabau

Pengawal Pribadi Wagub Sumbar, Perantau Minang

Walki Gubernur Sumbar Nasrul Abit (Foto: Rahmadi/Langgam.id)

Langgam.id Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit mengimbau masyarakat Sumbar mengutamakan memakai pakaian batik khas Minangkabau. Hal itu disampaikannya saat memperingati Hari Batik Nasional di kantor Gubernur Sumbar, Rabu (2/10/2019).

“Ke depan, kalau memperingati Hari Batik Nasional, kita memakai batik Minang. Harus kita pakai, semua masyarakat kita harapkan pakai,” katanya.

Menurutnya, Sumbar juga memiliki berbagai motif batik di kota dan kabupaten. Salah satu contohnya batik Silungkang, kemudian batik tanah liek yang menjadi khas daerah.

“Kota Padang buat batik, Tanah Datar juga buat batik, mari kita fanatik dengan produksi daerah kita sendiri,” katanya.

Menurutnya, mengenakan batik khas daerah sendiri akan membantu pemasaran pelaku UMKM yang memproduksinya. Apalagi saat ini pemasarannya ada yang tidak jelas.

“Kita yang ikut membantu pemasarannya, agar produksi mereka bisa jalan dan tingkat kesejahteraan mereka meningkat,” ujarnya. (Rahmadi/RC)

Baca Juga

Anggaran Disorot, Pemprov Sumbar: Semua Transparan dan Bisa Dipantau!
Anggaran Disorot, Pemprov Sumbar: Semua Transparan dan Bisa Dipantau!
Pembangunan RDF di Padang Ancam Nasib Puluhan Pemulung di TPA Air Dingin
Siapkan PSEL Padang Raya, Pemprov Sumbar Gandeng 4 Kota Pasok Bahan Baku Sampah
Olah Sampah 1.000 Ton/Hari, Gubernur Sumbar Usulkan Percepat Pembangunan PSEL ke Menteri Lingkungan Hidup
Olah Sampah 1.000 Ton/Hari, Gubernur Sumbar Usulkan Percepat Pembangunan PSEL ke Menteri Lingkungan Hidup
Hari Raya Kurban, Pemprov Sumbar Salurkan 140 Sapi dan 33 Kambing
Hari Raya Kurban, Pemprov Sumbar Salurkan 140 Sapi dan 33 Kambing
Satpol PP dan Damkar Diminta Kawal Program Strategis Pemprov Sumbar
Satpol PP dan Damkar Diminta Kawal Program Strategis Pemprov Sumbar
Pemprov Sumbar Intervensi Harga Cabai dan Bawang Lewat Gerakan Pangan Murah
Pemprov Sumbar Intervensi Harga Cabai dan Bawang Lewat Gerakan Pangan Murah