Langgam.id — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Pasaman Barat menunjukkan tren melemah dibandingkan awal Juni 2026. Berdasarkan pemantauan harga harian Dinas Perkebunan dan Peternakan Pasaman Barat per Selasa (23/6/2026), harga tertinggi TBS tercatat sebesar Rp3.789,11 per kilogram, sementara harga terendah berada di level Rp3.125 per kilogram.
Harga tertinggi tersebut berlaku untuk sejumlah perusahaan yang membeli TBS petani mitra plasma dan swadaya, sedangkan harga terendah tercatat pada salah satu perusahaan pembeli TBS nonmitra.
Jika dibandingkan dengan posisi awal Juni, harga sawit di Pasaman Barat mengalami koreksi. Pada 7 Juni 2026, harga tertinggi TBS di daerah itu sempat mencapai Rp3.885 per kilogram. Artinya, dalam dua pekan terakhir terjadi penurunan sekitar Rp95,89 per kilogram atau sekitar 2,5 persen.
Meski demikian, harga saat ini masih berada di atas rata-rata harga TBS Sumatera Barat periode 15–21 Juni 2026 yang ditetapkan sebesar Rp3.789,11 per kilogram untuk tanaman umur produktif 10–20 tahun. Harga tersebut sebelumnya justru mengalami kenaikan sekitar Rp104 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.
Data Dinas Perkebunan Pasaman Barat menunjukkan sejumlah perusahaan masih membeli TBS pada level yang relatif kompetitif. Untuk kategori mitra plasma, harga tertinggi Rp3.789,11 per kilogram tercatat di PT Bina Tani Nusantara (BTN), PT Agrowiratama, PT Gersindo, PT Andalas Agro Industri (AAI), dan PT Laras Internusa (LIN).
Sementara pada kategori mitra swadaya, harga tertinggi juga mencapai Rp3.789,11 per kilogram yang dibayarkan oleh PT Rimbo Panjang Sumber Makmur (RPSM) dan PT Gunung Sawit Abadi (GSA).
Untuk kategori nonmitra, harga pembelian tertinggi tercatat sebesar Rp3.400 per kilogram, sedangkan harga terendah berada di level Rp3.125 per kilogram.
Selain TBS, harga brondolan sawit di Pasaman Barat saat ini berada pada angka Rp3.600 per kilogram yang dibeli oleh PT Rimbo Panjang Sumber Makmur (RPSM).
Kondisi harga yang masih bertahan di atas Rp3.100 per kilogram dinilai cukup positif bagi petani sawit di Pasaman Barat yang merupakan salah satu sentra perkebunan sawit terbesar di Sumatera Barat. Namun demikian, tren koreksi harga sejak awal Juni tetap menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi pendapatan petani jika berlanjut dalam beberapa pekan ke depan.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat juga telah mengingatkan seluruh pabrik kelapa sawit (PKS) agar tidak menurunkan harga TBS secara sepihak dan tetap mengacu pada harga resmi yang ditetapkan pemerintah provinsi. Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi kepentingan petani serta menjaga stabilitas harga di tingkat lapangan.
Dengan harga tertinggi saat ini berada di level Rp3.789,11 per kilogram, petani sawit Pasaman Barat masih menikmati harga yang relatif baik meskipun belum mampu menyamai level tertinggi yang sempat menembus Rp3.885 per kilogram pada awal Juni lalu. (HER)




