Langgam.id– Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya pada Minggu (5/7/2026) terpantau stabil. Berdasarkan data harian Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, harga pembelian tertinggi masih berada di angka Rp3.810 per kilogram yang ditetapkan PT AWB berdasarkan harga acuan Dinas Perkebunan (Disbun).
Sementara itu, harga terendah tercatat sebesar Rp3.225 per kilogram di PT Incasi Pangian. Dengan demikian, selisih harga tertinggi dan terendah mencapai Rp585 per kilogram. Adapun harga rata-rata TBS di Dharmasraya berada di angka Rp3.380 per kilogram, sedangkan harga brondolan dipatok Rp3.700 per kilogram di PT DSL.
Pada daftar harga TBS mitra, PT AWB menjadi perusahaan dengan harga pembelian tertinggi sebesar Rp3.810 per kilogram. Posisi berikutnya ditempati PT DSL dengan harga Rp3.380 per kilogram, disusul PT HKI dan PT DL masing-masing Rp3.350 per kilogram, PT SMP Rp3.290 per kilogram, PT Sakti Timpeh Rp3.255 per kilogram, serta PT Incasi Pangian Rp3.225 per kilogram.
Sementara untuk TBS nonmitra, harga pembelian juga dipimpin PT DSL sebesar Rp3.380 per kilogram. Selanjutnya PT HKI dan PT DL masing-masing membeli TBS seharga Rp3.350 per kilogram, PT SMP Rp3.290 per kilogram, PT Sakti Timpeh Rp3.255 per kilogram, dan PT Incasi Pangian Rp3.225 per kilogram.
Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya mencatat seluruh delapan pabrik kelapa sawit (PKS) yang terdaftar telah menyampaikan laporan harga hingga pukul 08.00 WIB. Namun, dua PKS dilaporkan sementara tidak menerima buah dari masyarakat sehingga petani diimbau memperhatikan tujuan penjualan hasil panennya.
Stabilnya harga TBS di atas Rp3.800 per kilogram di PT AWB menjadi kabar positif bagi petani sawit di Dharmasraya. Kondisi ini diharapkan mampu menjaga pendapatan pekebun di tengah dinamika harga komoditas kelapa sawit. (HER)




