Langgam.id- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang berharap kondisi kabut asap dan kualitas udara membaik sehingga siswa SD dan SMP dapat kembali mengikuti pembelajaran secara tatap muka.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, mengatakan pihaknya masih menunggu perkembangan kualitas udara hingga Minggu (13/9/2026) sebelum menentukan apakah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diperpanjang atau sekolah kembali menerapkan pembelajaran tatap muka.
“Kita lihat kondisi udara pada hari Minggu besok. Apabila kondisi kualitas udara kuning, kita sekolah,” kata Yopi Krislova kepada Langgam.id, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, apabila kualitas udara masih berada pada kategori merah hingga hitam, PJJ akan diperpanjang.
“Apabila kondisinya merah dan hitam, daring akan diperpanjang,” ujarnya.
Yopi mengatakan pemantauan kualitas udara akan dilakukan hingga Minggu siang. Keputusan mengenai sistem pembelajaran pekan berikutnya akan disampaikan setelah melihat kondisi tersebut.
“Kita lihat dulu kondisinya pada Minggu siang. Nanti akan diinformasikan lagi sekolah luring atau daringnya pada Minggu,” katanya.
Ia berharap kualitas udara di Kota Padang segera membaik agar siswa dapat kembali belajar di sekolah.
“Semoga kualitas udara membaik pada minggu depan, agar anak-anak bisa sekolah secara luring,” ujarnya.
Menurut Yopi, pembelajaran tatap muka penting dilakukan karena siswa dalam waktu dekat akan menghadapi ujian tengah semester.
“Sebab siswa akan menjalani ujian setengah semester, jadi mereka harus persiapkan,” katanya.
Sebelumnya, Pemko Padang menerapkan PJJ bagi siswa SD dan SMP negeri maupun swasta mulai Rabu (9/9/2026) hingga Jumat (11/9/2026).
Sementara itu, peserta didik jenjang PAUD dan TK sementara diliburkan akibat kondisi kualitas udara yang memburuk. (HER)






