Langgam.id – Tokoh Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatra Barat (Sumbar), Guspardi Gaus, mengungkapkan pengunduran diri Arisal Aziz dari jabatan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), tidak akan memengaruhi soliditas kader maupun konsolidasi partai.
Menurutnya, dalam berpartai seluruh kader harus memegang prinsip tegak lurus terhadap keputusan pimpinan partai. Ia menekankan PAN merupakan organisasi partai yang bersifat vertikal dengan garis komando di bawah kepemimpinan Ketua Umum, Zulkifli Hasan.
“Dalam berpartai harus tegas, lurus, dan satu komando. Partai sifatnya vertikal. Apa yang diputuskan ketua umum, kita harus mendengar dan mengikuti,” katanya kepada Langgam.id, Selasa (16/6/2026)
Terkait mundurnya Arisal Aziz dari kursi ketua, Guspardi menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak berkaitan dengan individu semata, melainkan menyangkut kaderisasi dan keberlangsungan organisasi partai.
“Di sini kita tidak bicara person. Kita bicara kader, kita bicara partai, dan kita tegak lurus,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pergantian kepemimpinan di tubuh PAN Sumbar berlangsung cepat dan menunjukkan kuatnya konsolidasi internal partai.
Kata Guspardi, Arisal Aziz mengundurkan diri dari Ketua DPW PAN Sumbar pada 9 Juni 2026 dan pada 18 Juni 2026 telah dilakukan pelantikan ketua DPW yang baru.
“Artinya harmonisasi dan konsolidasi sangat luar biasa di internal partai,” ucap Anggota DPR RI periode 2019-2024 itu.
Guspardi menilai, berbagai gejolak yang muncul pascapergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar dalam organisasi politik.
“Terjadi gejolak, gelombang, dan sebagainya itu bagian dari dinamika dalam tubuh partai. Itu biasa terjadi dan tidak ada masalah,” tuturnya.
Guspardi menambahkan, terpilihnya kembali Indra Dt Rajo Lelo sebagai Ketua DPW PAN Sumbar momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus meningkatkan kinerja partai. Hal ini agar PAN mampu meraih posisi pimpinan di Sumbar pada periode mendatang.
Ia menilai pengalaman Indra Dt Rajo Lelo memimpin PAN Sumbar sebelumnya, menjadi modal dalam membesarkan partai. Namun, ia mengingatkan bahwa penguatan konsolidasi antara DPW dan seluruh DPD PAN kabupaten/kota harus menjadi prioritas.
“Ke depan harus dilakukan perencanaan dan pendataan yang matang sehingga PAN bisa meraih pimpinan di Sumbar. Dengan dua kali memimpin partai di Sumbar, tentu harus berkaca dari pengalaman sebelumnya. Yang tidak kalah penting adalah konsolidasi antara DPW dan DPD-DPD harus solid,” ungkapnya.
Guspardi menambahkan, keputusan Ketua Umum PAN memilih kembali Indra Dt Rajo Lelo telah melalui berbagai pertimbangan yang komprehensif. Penunjukan tersebut bukan keputusan yang dilakukan secara tiba-tiba, melainkan didasarkan pada pengalaman dan rekam jejak yang dimiliki.
“Diangkat sebagai ketua DPW tidak ujug-ujug. Beliau sudah berpengalaman sebagai ketua dan memahami kepengurusan partai. Dalam partai, kepemimpinan bukan bersifat personal, tetapi kolektif kolegial. Yang paling penting adalah kerja sama untuk membangun dan membesarkan partai,” pungkasnya. (WAN)






