Langgam.id – Tiga hari setelah banjir merendam SMP Negeri 41 Padang, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, para guru dan siswa masih berjibaku membersihkan lumpur sisa banjir.
Pihak sekolah berharap ada bantuan alat berat eskavator dari pemerintah untuk membersihkan lumpur tersebut.
Di tengah keterbatasan peralatan, guru dan siswa berupaya membersihkan sisa material banjir agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali dilaksanakan. Siswa dan guru terpaksa mengangkut air menggunakan ember dari Sungai Guo yang berada tepat di belakang sekolah untuk membersihkan ruang kelas yang dipenuhi endapan lumpur.
Kepala SMPN 41 Padang, Amridas mengatakan pengangkutan air menggunakan ember menjadi satu-satunya cara yang bisa dilakukan saat ini.
“Untuk saat ini, hanya itu yang bisa kami lakukan. Anak-anak dan guru mengangkut air menggunakan ember karena pompa air sekolah juga rusak,” kata Amridas.
Ia menyebutkan, pihak sekolah telah melaporkan kebutuhan penanganan pascabanjir kepada Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Pemerintah Kota Padang.
“Namun, hingga Senin menjelang siang, bantuan yang dibutuhkan belum diterima,” ujarnya.

Menurut Amridas, sekolah membutuhkan setidaknya satu unit eskavator untuk membantu membersihkan endapan lumpur.
“Kami membutuhkan satu unit eskavator untuk membersihkan lumpur seperti saat banjir 3 Agustus lalu,” ujarnya.
Kata Amridas, akibat kondisi tersebut kegiatan belajar mengajar di SMPN 41 Padang masih belum dapat dilaksanakan.
“Opsi pembelajaran daring sempat dipertimbangkan, tetapi belum memungkinkan karena banjir juga berdampak pada rumah siswa dan guru,” terangnya.
Ia berharap pemerintah segera memberikan bantuan berupa alat berat dan tenaga untuk mempercepat pembersihan lingkungan sekolah.
“Kami berharap segera ada penanganan dan bantuan tenaga maupun peralatan untuk membersihkan sekolah, sehingga pembelajaran bisa kembali dilaksanakan seperti biasa,” tuturnya.





