Langgam.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi menilai, pernyataan pegiat media sosial Abu Janda yang menyebut masyarakat Sumbar “suku barbar”, sangat keterlaluan. Menurutnya, ucapan ini berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
Mahyeldi mengatakan, masyarakat Sumbar selama ini hidup aman dan menjunjung tinggi nilai toleransi serta persaudaraan antarsuku dan agama.
“Ini sudah jelas, di Sumbar orang aman-aman sekarang. pernyataan yang dibuat dia sudah keterlaluan,” katanya, Rabu (27/5/2026).
Kata Mahyeldi, Indonesia merupakan negara besar yang memiliki keberagaman suku, budaya dan bahasa. Karena itu, setiap pihak diminta berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik, agar tidak memicu permusuhan di tengah masyarakat.
“Bangsa Indonesia ini terdiri dari ribuan budaya dan suku. Jadi setiap pernyataan yang tidak menghargai kelompok lain tentu bisa memecah belah,” ujarnya.
Mahyeldi mendukung langkah tokoh masyarakat Sumbar yang melaporkan Abu Janda ke aparat penegak hukum. Laporan dibuat di Bareskrim Polri oleh Dewan Pimpanan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Minang.
“Kita mendukung tokoh masyarakat Sumbar yang akan melaporkan Abu Janda. Pernyataan seperti ini harus disikapi secara hukum,” tegasnya.
Ia juga meminta aparat penegak hukum menindak tegas setiap pernyataan yang dinilai mengandung unsur provokasi, dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Siapa saja yang dari pernyataannya menimbulkan permusuhan, tentu harus disikapi secara baik oleh penegak hukum,” pungkasnya. (WAN)






