Gubernur Larang Warga Minta Sumbangan di Jalan Selama Libur Lebaran

Gubernur Larang Warga Minta Sumbangan di Jalan Selama Libur Lebaran

Ilustrasi minta sumbangan.

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Gubernur Larang Warga Minta Sumbangan di Jalan Selama Libur Lebaran

Langgam.id – Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi melarang warga meminta sumbangan di jalan selama momentum libur Lebaran 2022. Kemudian, pemilik usaha kuliner, diwajibkan mencantumkan daftar harga.

“Berikan kenyamanan di jalanan kepada perantau, dengan tidak dibolehkannya aktivitas minta sumbangan di jalan raya dengan dalih apapun,” katanya.

Meminta sumbangan, lanjutnya, disamping melanggar Undang Undang Lalu Lintas, juga berisiko menimbulkan kemacetan. Bahkan, aktivitas meminta sumbangan rawan kecelakaan.

“Jalan-jalan sudah ditertibkan dari peminta sumbangan. Tampak pula pos-pos pemantau lalu lintas dan layanan kesehatan pada titik-titik strategis arus mudik, yang dilengkapi dengan QR code panduan selama perjalanan mudik lebaran,” kata Mahyeldi.

Menjelang libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1443 H, katanya, diprediksi menjadi momen pulang kampung bagi 1,8 juta perantau asal Sumbar. Pemerintah provinsi serta kabupaten dan kota di Sumatera Barat bersiap guna menyambut kedatangan para pemudik.

Diawali Surat Edaran Gubernur Sumbar nomor 13/ED/GSB-2022 pada 20 April lalu, suasana penyambutan dan antisipasi lonjakan pemudik sudah berjalan efektif di berbagai daerah di Sumbar.

Tak hanya di sektor perhubungan, keamanan, kesehatan dan kebersihan yang berkaitan erat dengan aktivitas mudik Lebaran. Pemerintah juga menyambut kedatangan pemudik dengan semarak kebudayaan dan atraksi pariwisata yang menarik di berbagai daerah.

Pengelola destinasi dan objek wisata juga diminta melakukan persiapan menyambut kunjungan pemudik, terutama dalam hal kebersihan dan keamanan. Pemerintah ingin memastikan tiap titik yang dikunjungi bersih, tertib, bebas dari pemalak, juga mengikuti protokol kesehatan.

Menurutnya, persiapan jelang Idul Fitri tahun ini sengaja dirancang agar pulang kampungnya perantau setelah hampir dua tahun terhalang Covid-19, menjadi lebih berkesan.

Mudik Lebaran tahun ini menjadi momen kebangkitan ekonomi, utamanya di sektor UMKM dan pariwisata. Mudik diharapkan dapat menjadi penggerak bagi roda ekonomi masyarakat.

Baca juga: Arus Mudik Riau-Sumbar Masih Didominasi Angkutan Umum

Wakil Gubernur Audy Joinaldy mengimbau pemudik memastikan rumah yang ditinggal dalam kondisi aman, untuk mencegah musibah kebakaran yang kerap terjadi di musim mudik Lebaran. “Tetap patuhi aturan lalu lintas sepanjang perjalanan,” tuturnya.

Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Langgam.id-cerah berawan
Cuaca Idul Adha 2026 di Sumbar Diprediksi Cerah, Sebagian Cerah Berawan
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kronologi Kematian Tragis Dua Orang Diduga Keracunan Asap Genset saat Mati Lampu
Ilustrasi mati lampu PLN
Mati Lampu Massal, Berikut Daftar Daerah Terdampak