Gempa M 6,4 di Mentawai: Sekolah hingga Tempat Ibadah Rusak

Ratusan Warga Mentawai Mengungsi di Perbukitan Usai Guncangan Gempa

Pusat gempa magnitudo 6,4 di Mentawai. [Foto: BMKG Padang]

Langgam.id – Gempa bermagnitudo 6,4 yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Mentawai, Senin (29/8/2022) sekitar pukul 10.29 WIB, merusak sekolah hingga tempat ibadah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai mencatat, terdapat kerusakan pada sejumlah fasilitas umum di sana akibat bencana gempa.

“Kerusakan bangunan yang terdata sementara, baru tiga unit. Satu unit sekolah, Puskesmas dan tempat ibadah gereja,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Novriadi dihubungi Langgam.id, Senin (29/8/2022).

Ia menyebutkan, tiga fasilitas umum yang rusak berada di Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kerusakan bangunan dalam kategori ringan.

“SMPN 3 Simalegi, Puskesmas Betaet dan tempat ibadah itu rusak ringan,” katanya.

Novriadi mengungkapkan, pihaknya masih terus melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan secara menyeluruh. Sementara warga sekitar, sebagian masih di lokasi evakuasi.

“Untuk yang di dekat episentrum, saat ini warga masih di lokasi evakuasi. Di daerah perbukitan, jadi belakang perkampungan ada perbukitan,” tuturnya sembari menyebutkan tidak ada korban luka dan jiwa dalan bencana gempa Mentawai.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Mentawai, Selang 5 Jam dari Gempa Sebelumnya

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat 0.99 Lintang Selatan (LS) dan 98.53 Bujur Timur (BT) atau tepatnya 161 kilometer Barat Laut Mentawai.

Ikuti berita Mentawai – berita Sumatra Barat hari ini, terbaru dan terkini dari Langgam.id.  Anda bisa bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update di tautan https://t.me/langgamid atau mengikuti Langgam.id di Google News pada tautan ini.

Baca Juga

Banjir merendam sejumlah wilayah di Kota Padang, Senin (3/8/2026)
Banjir Kota Padang, Wagub Vako: 1.488 KK Terdampak, 1.377 Warga Sempat Mengungsi
Petugas BPBD evakuasi warga terjebak banjir di Kota Padang.
Banjir di Kota Padang, BNPB Catat Tinggi Air Capai 1,5 Meter
Petugas BPBD evakuasi warga terjebak banjir di Kota Padang.
Banjir Kota Padang, BPBD Klaim Tak Ada Tanggul Jebol
Banjir merendam SMP Negeri 41 Gunung Sarik, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Senin (3/8/2026).
Cerita Kepsek SMPN 41 Pantau CCTV Saat Banjir Rendam Gedung Sekolah
Kondisi Dadok Tunggul Hitam usai diterjang banjir pada Selasa pagi (3/8/2026).
Begini Kondisi Dadok Tunggul Hitam Usai Diterjang Banjir
SMP Negeri 41 Gunung Sarik, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang usai terdampak banjir, Selasa (4/8/2026).
Banjir Kota Padang, SMPN 41 Padang Masih Dipenuhi Lumpur