Evakuasi Galodo Silaing, Satu Prajurit TNI Meninggal Dua Hilang Usai Longsor Susulan

Jembatan Kembar Silaing di Kota Padang Panjang dihantam longsor pada Kamis (27/11/2025) sekitar pukul 11.52 WIB.

Kondisi Jembatan Kembar Silaing yang sudah dipenuhi material longsor. [foto: Ist]

LANGGAM.ID– Prajurit TNI dilaporkan meninggal saat membantu proses evakuasi banjir bandang atau galodo di jembatan kembar Padang Panjang Kamis (27/11/2025). Sementara itu dua prajurit TNI masih dalam pencarian.

Kapendam XX/TIB Imam Bonjol Letkol Kav Taufiq menyebutkan, kejadian berawal saat ada banjir susulan pada proses evakuasi banjir bandang di jembatan kembar Padang Panjang.

“Saat proses penanganan dan evakuasi berlangsung, longsor susulan kembali terjadi dan menimpa sejumlah petugas yang sedang berada di lokasi. Dalam kejadian tersebut, tiga personel TNI AD yang tengah membantu evakuasi ikut terdampak material longsor,” ujar Taufiq saat dihubungi, Jumat (27/11/2025).

Ia menjelaskan, satu prajurit TNI AD dengan inisial R ditemukan dalam kondisi meninggal. Ia merupakan Babinsa Koramil X/Koto Kodim 0307/Tanah Datar.

Sementara itu, dua anggota Subdenpom XX/5 Padang Panjang saat ini dinyatakan hilang yaitu inisial Peltu Y G dan inisial Prada Z M. “Mereka semua adalah pahlawan yang gugur dalam mendedikasikan diri saat melaksanakan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebutkan, saat ini tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, relawan, serta pemerintah daerah terus melanjutkan pencarian terhadap dua personel yang hilang dan melakukan pembersihan material longsor untuk membuka akses yang tertutup. “Upaya pencarian dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan personel mengingat kondisi tanah yang masih labil,” ujarnya.

Sementara itu, BPBD Padang Panjang mencatat jumlah korban meninggal akibat banjir bandang di jembatan kembar sebanyak 6 orang. Selain itu enam orang juga dilaporkan mendapatkan luka akibat banjir. (fx)

Baca Juga

Hujan deras memicu Longsor terjadi di kawasan Sintijuah Lauik, Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Longsor di Sitinjau Lauik, Truk Tertimpa Material Tanah
Pemko Padang alokasikan anggaran Rp309 juta untuk papan karangan bunga.
Anggaran Karangan Bunga Pemko Padang Capai Rp300 Juta
Pemko Padang mengklaim tetap melakukan efesiensi anggaran, di tengah sorotan terhadap rencana renovasi rumah dinas wali kota Fadly Amran
Respon Pemko Perihal Alokasi Anggaran Rumah Dinas Fadly Amran di Tengah Kebijakan Efisiensi
Walikota Padang Fadly Amran.
Pemko Padang Batalkan Anggaran Renovasi Rumah Dinas Fadly Amran
pemerintah kota mengalokasi anggaran ratusan juta untuk memoles rumah dinas walikota Padang
Memoles Rumah Dinas Wali Kota Padang di Tengah Pemulihan Bencana
Dinilai Masih Kurang, Pemerintah Diminta Lengkapi Infrastruktur Mitigasi Bencana
Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Padang dan Padang Pariaman, Ini Penjelasan BMKG