Gagal Jadi Peserta Pemilu, Ini Kata DPW Partai Ummat Sumbar

gagal-jadi-peserta-pemilu-ini-kata-dpw-partai-ummat-sumbar

Dewan Pimpinan Wilayah Partai Ummat Sumatra Barat. [Foto: Dok. Partai Ummat]

Langgam.id – Partai Ummat bakal gagal menjadi peserta Pemilu 2024 setelah dinyatakan tidak lolos verifikasi KPU. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Ummat Sumatra Barat (Sumbar) turut angkat bicara.

Ketua DPW Partai Ummat Sumbar Taslim Chaniago mengatakan, pihaknya saat ini mendorong Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai berlambang bintang emas itu mengambil langkah-langkah hukum.

“Kemungkinan digagalkan itu kami sudah tau pada saat verifikasi faktual. Sudah ada terbayang. Dan juga sudah ada informasi-informasi sahih, bahwa partai Ummat lah satu-satunya yang digagalkan,” kata Taslim saat dihubungi Langgam.id via telepon, Minggu (18/12/2022).

Saat ini, lanjut Taslim, ada tiga tuntutan yang dilayangkan oleh Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais. Diantaranya meminta seluruh hasil verifikasi baik partai lama atau partai baru diaudit oleh tim independen. Kedua, agar KPU membuka seluas-luasnya kepada publik hasil verifikasi partai politik.

Dan terakhir, menuntut Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) turun tangan memeriksa seluruh komisioner KPU yang dicurigai melakukan intervensi terhadap proses verifikasi faktual.

Mantan Anggota DPR RI 2009-2014 itu meyakini betul kegagalan partainya melanggeng jadi peserta Pemilu ada unsur politis.

“Ada partai politik yang dirugikan, ini politis yaa. Apalagi Partai Ummat melalui Pak Amien terang-terangan menyatakan sebagai oposisi. Bisa jadi, pemerintah tidak suka dengan kritikan-kritikan keras oleh Pak Amien,” tuturnya.

Taslim menyebut hal ini menjadi ujian tersendiri bagi mereka. “Ternyata Partai Ummat ditakuti juga,” katanya.

Dia mengklaim kegagalan Partai Ummat erat kaitannya dengan latar belakang Amien Rais bersama partai yang lama. Bagaimanapun, tuturnya, Amien Rais sebagai tokoh sentral yang dipastikan punya pengikut.

Saat ini Partai Ummat sudah mengumpulkan bukti-bukti untuk mengajukan gugatan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Bukti-bukti dikumpulkan dari bawah sampai di DPP.

“Kita sudah siap. Seperti kata sekretaris dewan syuro kami, ‘mereka jual kita borong’. Artinya kita tidak kosong dengan alasan-alasan kenapa kita tidak diloloskan,” kata mantan anggota DPRD Sumbar tersebut.

Ia berharap permohonan mereka dikabulkan oleh Bawaslu. Partai Ummat disebut telah siap berlaga di Pemilu 2024.

“Kami tetap melakukan konsolidasi, sebelumnya sudah ada juga persiapan-persiapan,” tutur Taslim.

Dia mengaku untuk wilayah Sumatra Barat sendiri, tidak ada masalah terkait proses verifikasi oleh KPU. Bahkan ia memuji KPUD yang sudah bekerja dengan baik, khususnya pada saat verifikasi faktual.

“Kepengurusan untuk Sumatra Barat lengkap 19 kabupaten/kota. Cuma yang untuk verifikasi faktual hanya 15 kabupaten/kota yang kita urus,” kata lulusan Fakultas MIPA Universitas Andalas tersebut.

Baca Juga: Taslim Chaniago Resmi Jadi Ketua DPW Partai Ummat, Pelantikan Dihadiri Amien Rais

Ia mengatakan, pertimbangan mereka untuk verifikasi faktual, ketika mencari anggota butuh biaya tinggi. Empat kabupaten/kota yang tidak diikutsertakan tersebut adalah Dharmasraya, Pasaman, Padang Panjang, dan Mentawai. (Dharma Harisa)

Baca Juga

Siswa Perwakilan Kota Padang di TeenEagle
Sembilan Siswa Perwakilan Kota Padang di TeenEagle International English Competition 2026
Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BMKG mencatat kenaikan suhu karena berkurangnya awan di langit Kota Padang.
Panas! Suhu di Sumbar Tembus 33 Derajat Celsius, BMKG Ingatkan Bahaya Paparan Sinar UV
Kondisi Gunung Marapi di Sumbar. (Dok. PGA Gunung Marapi)
Erupsi Gunung Marapi Semburkan Abu Vulkanik hingga 2 Kilometer, Ini Peringatan PVMBG
Putaran Uang Hasil Tambang Emas IIegal di Sumbar Capai Rp1 Triliun per Tahun
Putaran Uang Hasil Tambang Emas IIegal di Sumbar Capai Rp1 Triliun per Tahun
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar