Forkopimda Sumbar Pastikan Kelancaran Alur Transportasi dan Kamtibmas Selama Lebaran 2024

Jalur satu arah atau one way di rute Padang-Bukittinggi mulai dilaksanakan besok, Minggu (7/4/2024). One way ini akan digelar hingga 15

Suasana peresmian uji coba sistem satu arah atau one way di Simpag 3 Pasar Sicincin, Padang Pariaman. [foto: Polda Sumbar]

Langgam.id – Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah bersama Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono dan jajaran Forkopimda memantau sejumlah pos pengamanan (pos pam) Idulfitri 1445 H di beberapa kabupaten/kota di Sumbar, Selasa (09/4/2024).

Pemantauan dilakukan untuk memastikan kelancaran arus transportasi, kesiapsiagaan bencana, serta terselenggaranya keamanan dan ketertiban (kamtibmas) selama momentum Lebaran.

Pemantauan diawali dengan mengecek pos pam di Simpang Padang Luar Bukittinggi, yang menjadi salah satu posko utama untuk memastikan kelancaran pelaksanaan sistem one way atau sistem jalur satu arah Padang-Bukittinggi selama momentum Lebaran. Dari Padang Luar, Gubernur beserta rombongan melewati jalur Bukittinggi-Padang via Malalak untuk memastikan sistem one way berjalan lancar.

“Mengulangi kesuksesan pelaksanaan sistem one way pada Lebaran tahun lalu, Pemprov Sumbar bersama Polda dan Forkopimda terkait kembali memberlakukan sistem ini. Alhamdulillah, setelah tadi kita lewati di H-1 Lebaran, arus transportasi sangat lancar,” ucap Mahyeldi, dilansir dari InfoPublik Padang, Kamis (11/4/2024).

Setelah memantau pos pengamanan di jalur one way, Gubernur bersama Kapolda dan jajaran Forkopimda Sumbar bergerak memantau sejumlah pos pengamanan di Kota Padang, di mana total terdapat 13 pos pengamanan yang bertugas siang malam untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam berlebaran tahun ini.

“Kita melihat kesiapan petugas di Pos Pengamanan Terpadu, di mana tidak hanya kepolisian, tetapi juga ada TNI, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan unsur terkait lainnya yang bertugas untuk memastikan kenyamanan masyarakat dalam merayakan Idulfitri di Sumbar pada tahun ini,” tutur Mahyeldi. 

Selain di pusat-pusat keramaian dan destinasi wisata, sambung Gubernur, Pos Pengamanan juga berdiri di seluruh pintu masuk dari dan keluar Sumbar. Seluruh persiapan itu dilakukan semata-mata untuk menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat. Terlebih, pada tahun ini lebih banyak pemudik atau perantau yang pulang untuk berlebaran di kampung halaman.

Di sisi lain, Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono menyebutkan, lebih dari 2.000 petugas tersebar di seluruh pos pengamanan dan Pos Pelayanan Terpadu Operasi Ketupat di Sumbar. Selain memastikan kelancaraan arus transportasi, petugas juga terus berupaya memastikan terselenggaranya Kamtibmas selama masa Lebaran tahun ini.

“Seluruh pos itu terbuka bagi masyarakat umum. Jika ada keluhan dan gangguan yang dialami selama berlebaran, silakan datang melakukan pengaduan ke pos pelayanan yang telah disiagakan tersebut. Sebab, kehadiran pos-pos tersebut semata-mata untuk menghadirkan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh masyarakat kita,” tandas Kapolda Suharyono. (*/Yh)

Tag:

Baca Juga

Hampir 6 Jam Tertutup Longsor, Jalur Padang-Painan Sudah Bisa Dilalui Kendaraan 
Hampir 6 Jam Tertutup Longsor, Jalur Padang-Painan Sudah Bisa Dilalui Kendaraan 
Jalur Padang–Painan Kembali Dibuka Usai  Putus Total
Jalur Padang–Painan Kembali Dibuka Usai  Putus Total
DPRD Sumbar Minta Pemprov Tarik Pajak Dari 1,4 Juta Kendaraan di Tahun 2023
Tunggak Pajak Miliaran, DPRD Limapuluh Kota Desak Operasional 4 Tambang Dihentikan!
Alat Berat Mulai Bersihkan Material Longsor di Bungus Barat, Akses Padang-Painan Belum Bisa Dilalui 
Alat Berat Mulai Bersihkan Material Longsor di Bungus Barat, Akses Padang-Painan Belum Bisa Dilalui 
Wali Kota Padang, Fadly Amran mengungkapkan bahwa lebih dari 20 ribu warga sudah memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan Gratis.
Pemko Padang Tawarkan Beasiswa di Politeknik Kirana, Lulusan Berpeluang Kerja di Lion Group
Dalam 5 Tahun, PNM Salurkan Pembiayaan Rp12,6 Triliun untuk 384 Ribu Pelaku Usaha di Sumbar
Dalam 5 Tahun, PNM Salurkan Pembiayaan Rp12,6 Triliun untuk 384 Ribu Pelaku Usaha di Sumbar