Empat Orang yang Terjebak di Sungai Lumin Padang Berhasil Dievakuasi

Empat Orang yang Terjebak di Sungai Lumin Padang Berhasil Dievakuasi

Basarnas Padang berhasil mengevakuasi 4 warga yang terjebak luapan sungai Lubuk Minturun, Padang, Sabtu (30/10/2021). Foto: diolah dari postingan Basarnas Padang

Langgam.id – Empat warga yang dilaporkan terjebak arus sungai deras saat hendak kembali dari ladangnya pada Sabtu (30/10/2021) sore, berhasil diselamatkan petugas Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang atau Search and Rescue (SAR).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang, Asnedi, mengatakan proses evakuasi berjalan dengan lancar, dibantu oleh kepolisian, BPBD Padang, dan masyarakat setempat.

“Korban berjumlah 4 orang, dan ini satu keluarga. Kronologisnya satu keluarga ini
pergi keladang yang berada di seberang sungai daerah Lubuk Minturun. Saat sampai diseberang sungai, debit air sungai naik, dan arus semakin deras. Korban berhasil dievakuasi dengan selamat,”ungkapnya saat dihubungi langgam.id, Sabtu (30/10/2021).

Sebelumnya, Empat warga dilaporkan terjebak arus sungai deras saat hendak kembali dari ladangnya pada Sabtu (30/10/2021) sore.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar).

Baca Juga

Siswa Perwakilan Kota Padang di TeenEagle
Sembilan Siswa Perwakilan Kota Padang di TeenEagle International English Competition 2026
Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BMKG mencatat kenaikan suhu karena berkurangnya awan di langit Kota Padang.
Panas! Suhu di Sumbar Tembus 33 Derajat Celsius, BMKG Ingatkan Bahaya Paparan Sinar UV
Kondisi Gunung Marapi di Sumbar. (Dok. PGA Gunung Marapi)
Erupsi Gunung Marapi Semburkan Abu Vulkanik hingga 2 Kilometer, Ini Peringatan PVMBG
Putaran Uang Hasil Tambang Emas IIegal di Sumbar Capai Rp1 Triliun per Tahun
Putaran Uang Hasil Tambang Emas IIegal di Sumbar Capai Rp1 Triliun per Tahun
Nagari Salareh Aia, Palembayan, Kabupaten Agam enam bulan pascabencana galodo.
Potret Nagari Salareh Aia Setelah Enam Bulan Dilanda Galodo
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan