Ekspor Sumatra Barat pada Februari 2024 Naik 19,16 Persen

BPS mencatat nilai ekspor Sumbar pada Januari–November 2025 sebesar US$2.458,14 juta atau naik sebesar 22,66 persen dibanding periode 2024

Ilustrasi. [foto: canva.com]

Langgam.id – Nilai ekspor yang berasal dari Sumatra Barat (Sumbar) pada Februari 2024 sebesar US$159,43 juta. Terjadi kenaikan sebesar 19,16 persen dibanding ekspor Januari 2024.

“Nilai ekspor asal Sumatra Barat pada Februari 2024 sebesar US$159,43 juta atau naik sebesar 19,16 persen dibandingkan dengan ekspor Januari 2024 yang sebesar US$133,80 juta,” ujar Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto dikutip dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/4/2024).

Sugeng mengungkapkan, ekspor asal Sumatra Barat pada Februari 2024 ini mengalami penurunan sebesar 28,33 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada Februari 2024 ini terang Sugeng, komoditas yang paling banyak diekspor pada golongan lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) adalah Liquid fractions of palm oil, refined oil, but not chemically modified, with iodine value 55 or more, but less than 60 (US$59,44 juta), Crude palm oil (US$38,94 juta), dan Refined palm oil (US$19,66 juta).

Selanjutnya pada golongan bahan-bahan nabati (HS 14) komoditas yang diekspor adalah Palm kernel shells sebesar US$11,83 juta.

Sugeng mengatakan, ekspor asal Sumbar pada Februari 2024 dikirim ke beberapa negara tujuan. Nilai ekspor terbesar pada Februari 2024 adalah ke India sebesar US$53,96 juta, dan selanjutnya ke Pakistan sebesar US$38,62 juta.

Ekspor asal Sumatra Barat ke India, katanya, memiliki peran yang terbesar terhadap total ekspor Sumatra Barat pada Januari–Februari 2024, yaitu sebesar 30,96 persen.

“Selanjutnya ekspor ke Myanmar memberikan peran sebesar 16,23 persen dan ekspor ke Pakistan memberikan peran sebesar 14,32 persen,” bebernya.

Sugeng menyebutkan, komoditas utama yang diekspor ke India pada Februari 2024 adalah Crude palm oil. Sementara itu, ke Pakistan komoditas utama yang diekspor pada bulan ini adalah Refined palm oil.

Kemudian, kata Sugeng, nilai impor Sumbar pada Februari 2024 sebesar US$56,03 juta, terjadi peningkatan sebesar 51,29 persen dibanding impor Januari 2024.

Ia menerangkan bahwa golongan barang impor pada Februari 2024 paling besar adalah bahan bakar mineral (HS 27) sebesar US$32,34 juta. Negara pemasok impor pada Januari–Februari 2024 terbesar adalah dari Malaysia, dengan perannya sebesar 40,37 persen. (*/yki)

Baca Juga

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumatra Barat (Sumbar) pada Maret 2023 sebesar 44,05 persen. Angka ini mengalami penurunan
TPK Hotel Berbintang di Sumbar Capai 51,86 Persen, Naik dari Tahun Lalu
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor yang berasal dari Sumatra Barat pada Oktober 2024 sebesar US$243,82 juta. Angka ini terjadi
5 Negara Tujuan Utama Ekspor Sumbar, India Masih yang Terbesar
GM Pelindo: Aktivitas di Pelabuhan Teluk Bayur Mulai Meningkat
Ekspor Sumbar Tembus US$369,03 Juta, Naik 17 Persen
Ekonomi Sumbar Tumbuh 4,54 Persen, Pertanian Jadi Penopang Utama
Ekonomi Sumbar Tumbuh 4,54 Persen, Pertanian Jadi Penopang Utama
BPS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2025 di wilayah yang tedampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat
Pascabencana, Inflasi di Aceh, Sumut dan Sumbar Berbalik Deflasi di Januari 2026
BPS mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatra Barat melalui pintu masuk Bandara Internasional Minangkabau
Kunjungan Wisman ke Sumbar Naik 7,11 Persen di Desember 2025