Ekspor ke Hongkong, Petani Budidaya Kerapu Kawasan Mandeh Dilirik Perbankan

Ekspor ke Hongkong, Petani Budidaya Kerapu Kawasan Mandeh Dilirik Perbankan

Kepala Dinas DKP Sumbar bersama pihak BNI dan OJK Sumbar saat meninjau lokasi budidaya kerapu di kawasan Mandeh, Pesisir Selatan (ist)

Langgam.id - Potensi budidaya ikan kerapu petani di kawasan Mandeh, Pesisir Selatan menunjukkan hasil yang positif. Pekan lalu, sebanyak 16,3 ton kerapu kembali di ekspor ke Hongkong.

Tak hanya itu, dunia perbankan mulai tertarik menyalurkan program KUR ke usaha perikanan tersebut. Salah satunya PT. BNI (Persero) Tbk Padang.

Vice President Head of Network Service PT BNI (Persero) Tbk Padang Region Office, Iwan Affandi mengatakan, selama ini, KUR difokuskan ke bidang pertanian dan pedagangan. Ke depan, pihaknya mulai melirik petani budidaya kerapu ekspor.

“Iya, kemarin kami menyaksikan ikan kerapu di Mandeh di ekspor ke Hongkong. Dunia perikanan harus didorong agar terus berkembang, apalagi yang sudah di ekspor ke luar negeri,” kata Iwan Affandi, kemarin.

Meski demikian, seperti apa dukungan BNI untuk bisnis budidaya perikanan akan dibahas bersama OJK dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, serta pihak terkait lainnya. Tujuannya untuk mengetahui berapa kebutuhan yang diperlukan para petani dalam mengembangkan budidaya kerapu itu.

Bukan hanya soal modal, lanjut Iwan Affandi, pihaknya nanti juga akan memberikan pendampingan manajemen pengelolaan keuangan untuk para petani. "Nanti kami diskusikan dengan pihak terkait, pola seperti apa yang cocok untuk budidaya kerapu ekspor. Sebab jika memakai sistim biasa seperti bidang pertanian tidak cocok. Mengingat masa panen kerapu mulai dari 8 bulan hingga 1,5 tahun,” ujarnya.

Pihaknya ingin melihat selama masa pemeliharaan apakah petani sanggup membayar angsuran ke bank dan lainnya. Kemudian, pihaknya akan membicarakan tentang masa panen petani budidaya kerapu agar jangan serentak.

“Diharapkan setiap bulan itu ada panen. Diatur lah masa pemeliharaannya agar jangan serentak semua. Sehingga petani tidak kesulitan membayar perbulannya nanti," katanya.

Sementara itu, pihaknya menargetkan penyaluran KUR 2019 tercapai 100 persen. KUR untuk Sumbar tahun ini nilainya mencapai Rp400 miliar. Jumlah itu akan terus meningkat, mengingat pencapaian target pada 2019, yang teralisasi sesuai harapan.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Yosmeri mengatakan, ekspor kerapu ke Hongkong merupakan ekspor kedua selama 2019. Ekspor pertama berlangsung sekitar lima bulan lalu, sebanyak 20 ton.

"Jenis kerapu yang di ekspor cantik dan bebek. Harga kerapu cantik 110 ribu perkilogram dan kerapu bebek Rp470 ribu perkilogram," katanya.

Selain Hongkong, ekspor kerapu juga dilakukan ke sejumlah negara seperti Singapura. (*/ICA)

Baca Juga

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, akan segera menetapkan Tim Verifikasi Tanah terkait Proyek KPBU Fly Over Sitinjau Lauik
Kepuasan Masyarakat Capai 82,4 Persen di Survei Katadata, Begini Respons Mahyeldi
Sumbar Terpilih Sebagai Nominasi TPID Berkinerja Terbaik Kawasan Sumatera
Sumbar Terpilih Sebagai Nominasi TPID Berkinerja Terbaik Kawasan Sumatera
Dikunjungi Dubes Australia, Mahyeldi Harapkan Peningkatan Kerjasama Pariwisata
Dikunjungi Dubes Australia, Mahyeldi Harapkan Peningkatan Kerjasama Pariwisata
Mahyeldi Lepas 3 Pejabat Purna Tugas di Pemprov Sumbar
Mahyeldi Lepas 3 Pejabat Purna Tugas di Pemprov Sumbar
Temui Mentan, Gubernur Sumbar Laporkan Progres Pendataan Lahan Pertanian Terdampak Galodo
Temui Mentan, Gubernur Sumbar Laporkan Progres Pendataan Lahan Pertanian Terdampak Galodo
Tinjau Dampak Banjir, Mahyeldi: Sungai di Ngarai Sianok Akan Dinormalisasi
Tinjau Dampak Banjir, Mahyeldi: Sungai di Ngarai Sianok Akan Dinormalisasi