DPRD Tetapkan 5 Komisioner Baru KI Sumbar

PKS masih unggul dalam perolehan suara sementara untuk pemilihan legislatif DPRD Sumbar 2024. PKS unggul dari Partai Gerindra di posisi kedua

Gedung DPRD Sumbar. (Foto: sumbarprov.go.id)

Langgam.id - DPRD Sumatra Barat (Sumbar) menetapkan lima komisioner baru Komisi Informasi (KI) provinsi. Mereka adalah Adrian Tuswandi (unsur pemerintah), Arfitriati , Arif Yumardi, Noval Wiska dan Tanti Endang Lestari.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim, dalam jumpa pers pengumuman hasil seleksi calon Komisioner KI, Senin (21/1/2019) di Gedung DPRD Sumbar, sebagaimana dilansir situs resmi lembaga tersebut.

Lima komisioner itu ditetapkan dari 15 calon komisioner yang mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPRD Sumbar.

“Sebelumnya, ke-15 calon tersebut telah melalui seleksi administrasi, uji potensi, psikotes, wawancara hingga fit and proper test dengan Komisi I DPRD Sumbar yang merupakan tahapan terakhir,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Hendra, Komisi I juga menetapkan lima orang sebagai calon komisioner cadangan. Yakni, M. Sjahbana Sjam (unsur pemerintah), Taufiqurrahman, Yurnaldi, Rudi Chandra dan Nasrullah Sudirman.

Hendra mengharapkan, dengan telah ditetapkannya lima orang komisioner terpilih, KI dapat mejalankan fungsi strategis dalam mengawal lalu lintas informasi.

“Semoga KI dapat mengawal jalannya pemerintahan Sumbar sehingga tercipta sistem yang bersih dan jauh dari korupsi,” katanya.

Keterbukaan informasi sendiri, lanjut Hendra telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008. Untuk menentukan komisioner, harus sesuai dengan spesifikasi yang merujuk pada regulasi itu. Dalam proses seleksi peserta dari unsur pemerintahan tidak ada perlakuan kusus dan harus sama dengan peserta lainya.

“Hasil ini mutlak dan tidak ada intervensi dari pihak lain, kendati demikian, peserta yang terpilih mesti menunggu SK dari Gubernur Sumbar,” katanya.

Keterbukaan informasi, menurutnya, merupakan unsur penting dalam menjalankan aspek kehidupan. Banyak yang beranggapan, jika ingin menguasai ilmu pengetahuan maka harus mengetahui banyak informasi.

Dalam praktiknya banyak suatu lembaga yang tidak melaksanakan asas keterbukaan, sehingga dapat memicu gesekan sosial di tengah masyarakat.

“Kita harus menjunjung tinggi keterbukaan informasi , jika tidak ingin memicu konflik sosial,” katanya.

Sementara itu Anggota Komisi I DPRD Sumbar M Nurnas mengatakan, lima komisioner ini akan dibiayai oleh Anggran Pendapat Belanja Daerah (APBD) Sumbar termasuk dalam menjalankan program.

“Pada awalnya memang dibebankan kepada APBN, namun sebelum diakomodir, maka daerahlah yang bertanggung jawab atas KI,” katanya.

Dia mengatakan, pada APBD 2019 KI mendapat alokasi sebesar Rp 3,5 milyar. Namun, untuk tahap awal akan dialokasikan Rp 1,5 miliar.

"Keberadaan KI juga efektif untuk menciptakan pemerintahan yang berintegritas dan bersih, sehingga memang mebutuhkan dukungan anggaran. Anggaran ini akan distabilkan." (HM)

Baca Juga

KPU Sumbar resmi menetapkan 65 calon anggota DPRD Sumatra Barat terpilih pada Pemilu serentak 2024 pada rapat pleno yang digelar Jumat
KPU Tetapkan 65 Anggota DPRD Sumbar Terpilih, Ini Nama-namanya
Bukittinggi, Payakumbuh selama ini hanya sekedar kota perlintasan. Sehingga perekonomian Payakumbuh hanya bertumpu pada sektor
Jadikan Payakumbuh Kota Tujuan, Supardi Ajak Tokoh Adat Bangga dengan Budaya Sendiri
Bencana yang terjadi baru-baru ini di Agam dan Tanah Datar mesti membuka mata pemerintah dan masyarakat bahwa Sumbar masihlah daerah
Ketua DPRD Sumbar: Diperlukan Banyak Anggota Penggerak Masyarakat Siaga Bencana
Ketua dan Komisi II DPRD Sumbar membahas hal-hal strategis yang menyangkut peningkatan taraf kehidupan dan ekonomi masyarakat pesisir dengan
DPRD Sumbar Bahas Peningkatan Taraf Ekonomi Masyarakat Pesisir dengan Pemprov DKI Jakarta
Ketua DPRD Sumbar, Supardi mengatakan bahwa sejak dahulu tercatat dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia banyak tokoh-tokoh pemimpin
Supardi: Sumbar Gudang Lahir Tokoh Pemimpin yang Berjiwa Negarawan
Ketua DPRD Sumbar, Supardi membeberkan berbagai persoalan dan tantangan ke depan dihadapan pemangku kebudayaan se-Payakumbuh,
Supardi Ajak Pemangku Kebudayaan Payakumbuh Jadikan Budaya sebagai Aset Masa Depan