Dosen Ilmu Politik Nilai Calon dari Koalisi Poros Baru Berpeluang di Pilgub Sumbar

Pendaftaran Pilkada 2020, gubernur lantik

Ilustrasi Pilkada (foto: Mukhtar Syafi'i)

Langgam.id - Koalisi poros baru masih memiliki peluang besar untuk bersaing dalam Pilkada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatra Barat (Sumbar). Mereka harus mengusung calon yang benar-benar mampu bersaing dengan tiga calon yang telah lebih dahulu ditetapkan.

Demikian disampaikan Dosen Ilmu Politik Universitas Andalas Asrinaldi, Kamis (6/8/2020). Ia menilai koalisi poros baru yang dibentuk PKB, Golkar, dan Nasdem memiliki peluang mendukung tokoh yang dapat bersaing dengan calon lainnya yang telah diusung terlebih dahulu. "Persoalannya siapa yang akan diusung oleh koalisi poros baru, memang saat ini ada beberapa nama yang diusung, orang yang diusung sangat menentukan apakah bisa menang atau tidak," katanya.

Koalisi poros baru saat ini ditentukan oleh kekuatan figur yang diusung disamping kekuatan kapital. Nama-nama yang diusung saat ini memang ada figur-figur yang memiliki basis massa masing-masing. Koalisi poros baru juga dinilai mengakibatkan polarisasi suara semakin bertambah besar. Sehingga ada pihak yang  diuntungkan dan ada yang dirugikan. "Tiga pasangan yang sudah ditetapkan di awal memiliki basis masa masing-masing, sehingga polarisasinya semakin besar," ujarnya.

Baca Juga: Dimulainya Perebutan Tiket Pilgub Sumbar di Koalisi Poros Baru

Ia mencontohkan seperti menghadapi pasangan Mahyeldi-Audy Joinaldy yang memiliki masa PKS besar diperkirakan mencapai 15 persen dukungan. Sisanya diperebutkan oleh dua calon lainnya Nasrul Abit-Indra Catri dan Mulyadi-Ali Mukhni.

Sehingga saat masuk calon dari koalisi poros baru maka polarisasi semakin besar dan perebutan suara semakin ketat. Hal itu juga semakin menguntungkan pasangan Mahyeldi-Audy Joinaldy. "Calon koalisi poros baru harus ada pembeda. Saya meyakini pemilih kita tidak semuanya rasional, juga ada emosional yang berpikir subjektif. Poros baru harus bisa memetakan ini," ujarnya.

Koalisi poros baru juga akan kesulitan melawan pasangan yang berbasis kedaerahan. Seperti pasangan Nasrul Abit-Indra yang  basisnya di Pesisir Selatan. Agak berbeda dengan basis Mulyadi-Ali Mukhni yang berada di Agam. Wilayah tersebut suara sangat terpolarisasi karena banyaknya calon dari Agam. Sehingga persaingan di sana juga ketat.

Sedangkan Kota Padang juga memiliki polarisasi yang besar karena penduduknya yang heterogen. Walaupun Mahyeldi Wali Kota Padang, itu tidak menjamin semua masyarakat Padang mendukungnya. Setiap calon harus bisa memenangkan strategi terutama kepada pemilih rasional.

Jika mereka tidak bisa memetakan dan strateginya hanya konvesional, maka mereka akan kesulitan mendapatkan suara.  Tokoh yang diusung harus bisa memenuhi syarat untuk bersaing, bukan hanya untuk meramaikan saja.

Menurutnya, saat ini masih banyak tokoh yang mampu bersaing dengan tiga pasangan sebelumnya. Misalnya Fakhrizal, dia sudah memiliki basis suara real saat pengajuan syarat independen yang membuktikan ada dukungan dari masyarakat. Kemudian ada juga Fauzi Bahar yang memiliki basis suara dan pendukung di Kota Padang karena mantan wali kota.

Kemudian juga ada Shadiq Pasadigoe yang sebelumnya punya suara 16 ribu saat mencalon dalam pemilu legislatif untuk DPR RI, merupakan bukti adanya pendukung. Kemudian juga ada Gusmal yang memiliki basis pendukung di wilayah Solok. "Ukurannya itu, itu artinya masih banyak orang yang bisa bersaing. Cuma, bagaimana memasangkan (calon gubernur dan wakil gubernur)," kata Asrinaldi. (Rahmadi/SS)

Baca Juga

Hitungan Cepat PSU DPD RI di Sumbar, Cerint dan Irman Gusman Lolos, Emma Yohana Gagal Kembali ke Senayan
Hitungan Cepat PSU DPD RI di Sumbar, Cerint dan Irman Gusman Lolos, Emma Yohana Gagal Kembali ke Senayan
Majukan Kebudayaan Dharmasraya dengan Festival Tari dan Kuliner
Majukan Kebudayaan Dharmasraya dengan Festival Tari dan Kuliner
Dukung Epyardi Asda Maju Pilgub Sumbar, Eks Ketua PPP Padang Ini Bentuk Barisan Otewe Muda
Dukung Epyardi Asda Maju Pilgub Sumbar, Eks Ketua PPP Padang Ini Bentuk Barisan Otewe Muda
Permasalahan baru yang menimpa umat Islam yakni terkait daftar nama-nama ustadz kondang yang terdaftar dalam jaringan radikalisme.
Universitas Muhammadiyah Sumbar Luncurkan Beasiswa Peduli Bencana
Langgam.id - Bupati Kabupaten Agam, Andri Warman mengungkapkan keinginannya terkait pengelolaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Maninjau.
Mantan Anggota DPR RI Taslim Soroti Keramba Jaring Apung yang Rusak Keindahan Danau Maninjau
Ahmad Muzani Lelang Sapi untuk Bantu Korban Banjir Lahar Dingin Sumbar, Laku Rp 500 Juta
Ahmad Muzani Lelang Sapi untuk Bantu Korban Banjir Lahar Dingin Sumbar, Laku Rp 500 Juta