Dosen FH UNAND Lakukan Pengabdian Masyarakat di Nagari Panampuang

Dosen FH UNAND Lakukan Pengabdian Masyarakat di Nagari Panampuang

Dosen FH UNAND melakukan pengabdian di Nagari Panampuang, Kabupaten Agam. (Foto: Ist)

Langgam.id – Dalam rangka melaksanakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Mayarakat, dosen Departemen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas memilih Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, sebagai lokasi pengabdian.

Dasar pemilihan Nagari Panampuang sebagai lokasi pengabdian, dikarenakan nagari ini memiliki masyarakat adat yang cukup kuat dan nagari ini sangat memperhatikan anak nagari-nya. Walaupun masih banyak tokoh yang peduli dan mempraktikan adat istiadat di nagari ini, masih ada masyarakat yang belum tahu dan paham bagaimana Adat Salingka Nagari di wilayahnya sendiri.

Sehingga para pemuka adat di nagari ini, merasa perlu suatu kajian tentang Adat Saingka Nagari Panampuang yang ditulis secara rapi dan sistematis serta juga dibutuhkan adanya sebuah peraturan nagari yang dapat menjamin eksistensi dari peradilan nagari yang berorientasi restorative justice sebagai instrumen dalam menyelesaikan berbagai persoalan hukum yang mengenai anak nagari-nya. Sepanjang persoalan hukum tersebut, dapat diselesaikan melalaui peradilan nagari.

Pengabdian berlangsung pada hari Sabtu tanggal 6 Januari 2023 yang lalu, dalam bentuk pertemuan sekaligus penyerahan draft buku Adat Salingka Nagari dan draft Peraturan Nagari tentang Peradilan Adat di Nagari Panampuang kepada tokoh masyarakat setempat.

Hadir dalam pertemuan tersebut mulai dari Wali Nagari beserta perangkatnya, Badan Musyawarah Nagari (BAMUS), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), hingga tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda.

Pengabdian kali ini, sudah memasuki tahap akhir dari rangkaian proses pengabdian masyarakat dalam rangka pendampingan pembentukan peraturan nagari di nagari Panampuang.

Dr. Charles Simabura, S.H., M.H selaku ketua tim menyerahkan secara simbolik beberapa sample draft buku adat salingka nagari dan peraturan nagari tersebut. Wali Nagari Panampung, Etriwarmon menjelaskan bahwa persoalan terbesar di Nagari ini adalah minimnya pengetahuan masyarakat khususnya generasi muda mengenai adat di nagari Panampuang.

Di samping itu, selama ini dirasakan proses penyelesaian persoalan hukum yang melibatkan anak nagari kurang inklusif yang justru makin memperkeruh keadaan. Padahal kerap berbagai persoalan hukum tersebut, merupakan masalah yang kecil dan seyogianya dapat diselesaikan melalui mekanisme adat.

Berangkat dari hal itulah, Wali Nagari Panampuang merasa butuh adanya suatu peraturan nagari yang dapat memberikan kepastian hukum akan peradilan adat tersebut. (*/Fs)

Tag:

Baca Juga

Sekretaris Tim 9, Ulul Azmi, bersama Ketum Alumni UBH terpilih Mardiansyah. (Dok. Langgam)
Pejabat Hutama Karya Jadi Ketum Alumni UBH 2026-2030, Mubes Momentum Titik Balik Persatuan
Wasiat Mahasiswa PNP Jelang Diduga Bunuh Diri di Padang, Minta HP dan WA Dibuka
Wasiat Mahasiswa PNP Jelang Diduga Bunuh Diri di Padang, Minta HP dan WA Dibuka
Kasubag Umum Politeknik Negeri Padang (PNP), Fajri Arianto, memberikan keterangan kasus kematian seorang mahasiswa PNP. (Langgam.id/ Irwanda S)
Mahasiswa PNP Diduga Bunuh Diri di Kos Disebut Tertutup, Pihak Kampus: Seminggu Tak Bisa Dihubungi!
Geger Mahasiswa di Padang Meninggal di Kamar Kos, Diduga Bunuh Diri dan Tubuh Menghitam
Geger Mahasiswa di Padang Meninggal di Kamar Kos, Diduga Bunuh Diri dan Tubuh Menghitam
Komisari SR12, Ridwanto Efendy, memotong tumpeng tanda dibukanya SR12 Training Center di Padang. (Langgam.id / Irwanda Saputra)
Dari Rantau ke Ranah Minang, SR12 Hadirkan Training Center Baru di Padang
Apresiasi Mudik Gratis, Pemkab Mentawai Jajaki Sinergi dengan PT Semen Padang
Apresiasi Mudik Gratis, Pemkab Mentawai Jajaki Sinergi dengan PT Semen Padang