Dollar AS Tembus Rp18 Ribu, Harga Barang Elektronik di Pasar Raya Padang Mulai Naik

Dollar AS Tembus Rp18 Ribu, Harga Barang Elektronik di Pasar Raya Padang Mulai Naik

Sejumlah toko barang elektronik di Pasar Raya Padang. (Foto: Fajar Hadiansyah/Langgam.id)

Langgam.id– Penguatan nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) yang tembus Rp18 ribu per rupiah mulai berdampak pada harga sejumlah barang elektronik di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar).  

Meski belum memicu lonjakan harga yang drastis, para pedagang mengaku telah melakukan penyesuaian harga secara bertahap. Hal ini diungkap seorang pedagang elektronik di Pasar Raya Padang bernama Fifi. 

Ia mengatakan, kenaikan harga barang elektronik mulai terasa sejak nilai dollar terus menguat dalam beberapa waktu terakhir. Rata-rata kenaikan harga berada di kisaran tiga hingga lima persen.

Baca juga: Dollar AS Tembus Rp18 Ribu, Begini Kondisi Transaksi Valuta Asing di Padang

“Kenaikannya berangsur-angsur. Tidak langsung tinggi, tetapi sudah ada penyesuaian sekitar lima sampai lima persen sejak dollar naik,” katanya kepada Langgam.id, Rabu (10/6/2026).

Fifi menjelaskan, sejumlah produk barang elektronik rumah tangga seperti kulkas, mesin cuci, dan rice cooker mulai mengalami kenaikan harga. 

Salah satunya seperti mesin cuci yang sebelumnya dijual sekitar Rp1,4 juta, kini naik menjadi Rp1,5 juta hingga Rp1,6 juta per unit, tergantung merek dan spesifikasi.

Walaupun harga mengalami kenaikan, ia menilai dampaknya terhadap penjualan belum terlalu signifikan. Barang elektronik masih menjadi kebutuhan masyarakat, sehingga permintaan tetap ada walaupun daya beli sedikit berpengaruh.

“Elektronik, kan, kebutuhan rumah tangga, jadi tetap dicari masyarakat. Hanya saja konsumen sekarang lebih banyak mempertimbangkan harga sebelum membeli,” ucap Fifi sembari menyebutkan saat kondisi normal tokonya mampu menjual sekitar lima hingga delapan unit barang elektronik per hari. 

Kondisi serupa juga dirasakan Randes, pedagang elektronik lainnya di Pasar Raya. Ia mengungkapkan, sebagian besar pedagang elektronik mulai merasakan dampak penguatan dollar. 

Kata Randes, hal itu karena banyak produk maupun komponen elektronik masih bergantung pada impor. 

“Pedagang di sini rata-rata merasakan hal yang sama. Harga dari distributor naik sehingga kami juga harus menyesuaikan harga jual,” ungkapnya.

Ia berharap nilai tukar dollar tidak terus mengalami kenaikan. Jika tren penguatan dollar berlanjut, harga barang elektronik berpotensi terus naik dan dapat memengaruhi daya beli masyarakat.

“Kalau dollar terus naik tentu harga barang akan ikut naik lagi. Kami berharap kondisi ini tidak berlangsung lama karena pada akhirnya akan berpengaruh ke konsumen dan penjualan,” ujarnya. (WAN) 

Baca Juga

Dollar AS Tembus Rp18 Ribu, Begini Kondisi Transaksi Valuta Asing di Padang
Dollar AS Tembus Rp18 Ribu, Begini Kondisi Transaksi Valuta Asing di Padang
PT Pertamina (Persero) gratiskan 654 ribu liter bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan kemanusiaan ke Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat
Pemprov Usulkan Tambahan Kuota Pertalite di Sumbar usai Harga Pertamax Naik 
Pelanggan di Padang Kaget Harga Pertamax Naik, Baru Tahu saat Transaksi di SPBU
Pelanggan di Padang Kaget Harga Pertamax Naik, Baru Tahu saat Transaksi di SPBU
BEMSI Sumbar Soroti Anggaran Renovasi Rumah Dinas Mahyeldi-Vasko
BEMSI Sumbar Soroti Anggaran Renovasi Rumah Dinas Mahyeldi-Vasko
Langgam.id - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) turut berdampak terhadap omzet 346 Pertashop yang ada di Sumatra Barat (Sumbar).
Harga Pertamax di Pertashop Lebih Murah Rp100 dari SPBU, Ini Alasan Pertamina 
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar ikut berpartisipasi aktif dalam pemeriksaan paslon kepala daerah baik di tingkat
BNN Ungkap Tiga Jalur Masuk Ganja Asal Sumut ke Sumbar