DLH Uji Emisi Gas Buang 1.000 Kendaraan di Kota Padang

DLH Uji Emisi Gas Buang 1.000 Kendaraan di Kota Padang

Pengujian emisi gas buang kendaraan yang dilakukan DLH Kota Padang di pelataran parkir Taman Makam Pahlawan Kesuma Negara, Lolong (Foto: Rahmadi / Langgam.id)

Langgam.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang uji emisi gas buang terhadap 1.000 kendaraan milik Pemerintah Kota (Pemko) dan kendaraan pribadi di pelataran parkir Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara, Lolong, Padang, Rabu (10/04/2019).

Kelapa Bidang Penataan dan Penegakkan Hukum Lingkungan DLH Kota Padang, Mairison menyebutkan, uji emisi guna pembinaan terhadap pemilik agar lebih merawat kendaraannya. Sehingga gas emisi yang dikeluarkan sesuai standar mutu yang ditetapkan.

“Ini merupakan upaya menjaga kualitas udara di Kota Padang, agar udara tetap baik dan memenuhi kriteria yang ditentukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ujar Mairison.

Menurut Mairison, kendaraan yang tidak lulus uji emisi, tidak akan mendapatkan sanksi apapun. “Kami hanya memberi saran agar perawatan kendaraan lebih rutin. Bagi yang lulus, kami menandai dengan stiker dan pemberitahuan informasi kadar karbon dan lainnya yang dikeluarkan kendaraan tersebut,” ungkapnya.

Pengujian emisi gas buang, dilaksanakan selama dua hari. “Target keseluruhan, itu 1.000 kendaraan. Kita laksanakan di dua lokasi, di sini dan besok di kawasan jalur By Pass, Kota Padang,” jelasnya.

Dikatakan Mairison, pengujian emisi sudah dilaksanakan sejak 2007 lalu. “Sebelumnya, kita didanai kementerian. Kalau sekarang, dari Pemko Padang,” ucapnya.

DLH Kota Padang mencatat, hingga saat ini, tingkat pencemaran udara di Kota Padang relatif baik dengan indek kualitas udara mencapai 95 persen. Target tersebut melampaui standar kualitas udara yang ditentukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yakni 60 persen.

“Jadi, indeks kualitas udara baik. Secara umum, ada tiga kriteria yang menjadi patokan kualitas udara, yaitu indeks kualitas tanah atau penutup lahan, pencemaran air dan kualitas udara. Rata-rata keseluruhan indeks nilainya 80, kualitasnya baik,” ujar Mairison.

Mairison berharap, setiap pengendara tetap merawat kendaraannya secara rutin, agar kualitas udara tetap terjaga. “Dari tahun ke tahun, volume lalu lintas akan tetap ada kenaikan. Setiap kedaraan yang mengeluarkan emisi buruk, akan mempengaruhi kualitas udara dalam jangka waktu panjang. Jadi, tetap jaga dan rawat kendaraannya,” jelas Mairison. (Rahmadi/FZ)

Baca Juga

Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre