Langgam.id — Pemerintah Kota Padang berencana menghadirkan fasilitas toilet digital di kawasan Taman Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat. Rencana tersebut menjadi salah satu pekerjaan fisik yang dipaparkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang dalam Rapat Paparan Desain Pekerjaan Fisik 2026.
Rencana pembangunan toilet digital itu disampaikan Kepala DLH Kota Padang Fadelan Fitra Masta kepada Wali Kota Padang Fadly Amran dalam rapat yang digelar di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (1/9/2026).
Rapat tersebut membahas progres sekaligus rencana sejumlah pekerjaan fisik yang akan dilaksanakan Pemerintah Kota Padang pada 2026. Selain DLH, paparan juga disampaikan Dinas PUPR, Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Kehadiran toilet digital direncanakan untuk memperkuat fasilitas publik di Taman Rimbo Kaluang yang menjadi salah satu ruang terbuka hijau dan ruang rekreasi baru bagi masyarakat Kota Padang.
Taman Rimbo Kaluang sendiri mulai dioperasikan Pemko Padang sejak 1 Januari 2026. Taman yang berada di Kelurahan Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat itu memiliki luas sekitar 1.645 meter persegi dan dikembangkan sebagai ruang rekreasi yang asri serta nyaman bagi masyarakat.
Pemko Padang sebelumnya menyebut kebersihan dan kenyamanan menjadi perhatian dalam pengelolaan taman tersebut. DLH bahkan menyiagakan petugas kebersihan dengan sistem tiga shift untuk menjaga kawasan tetap bersih dari pagi hingga malam.
Dalam data Sistem Informasi Pariwisata Nasional (Sisparnas), Taman Rimbo Kaluang juga tercatat sebagai daya tarik wisata buatan berupa taman rekreasi. Kawasan tersebut telah dilengkapi sejumlah fasilitas publik, termasuk toilet khusus bagi penyandang disabilitas dan lansia.
Rencana toilet digital ini menjadi bagian dari upaya Pemko Padang meningkatkan kualitas fasilitas ruang publik seiring dengan target menjadikan Padang sebagai kota metropolitan.
Dalam rapat tersebut, Fadly Amran menekankan agar setiap pembangunan menggunakan material berkualitas dan dikerjakan secara rapi.
“Menuju kota metropolitan, kita harus memastikan pembangunan menggunakan bahan material terbaik dan dikerjakan dengan rapi. Pasar juga harus menjadi tempat yang nyaman dan menarik, bahkan dapat menjadi bagian dari destinasi wisata,” ujar Fadly.
Selain toilet digital, rapat tersebut juga membahas sejumlah pekerjaan fisik lainnya. Dinas Pariwisata merencanakan pengadaan gerobak bagi pelaku ekonomi kreatif Kota Padang.
Sementara Dinas Perdagangan memaparkan pembenahan fasade pertokoan Merlin dan Koppas Plaza, perbaikan bangunan Pasar Raya Padang Fase I hingga VI, pengadaan CCTV, pembenahan kios dan basement Pasar Raya Fase VII, hingga pengembangan kawasan kuliner Gang Rajawali.
Di sektor infrastruktur, Dinas PUPR tengah melaksanakan pembangunan dan perbaikan irigasi serta drainase di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi dengan dukungan anggaran Transfer ke Daerah sekitar Rp50 miliar.
Adapun Dinas Perkim melaporkan progres pembangunan hunian tetap bagi korban bencana hidrometeorologi di Balai Gadang, Lambung Bukik Sungkai, dan Huntap Mandiri Pauh.
Dengan penambahan fasilitas toilet digital, Pemko Padang diharapkan tidak hanya mempercantik kawasan Taman Rimbo Kaluang, tetapi juga meningkatkan standar kenyamanan fasilitas publik di salah satu ruang terbuka hijau yang berada di pusat kota tersebut. (HER)






