Ditutup Hari Ini, 15.000 Pengunjung Diperkirakan Datangi Festival Pesona Minangkabau

Ditutup Hari Ini, 15.000 Pengunjung Diperkirakan Datangi Festival Pesona Minangkabau

Kesenian Alu Katentong yang ditampilkan di Festival Pesona Minangkabau di Istano Basa Pagaruyung Kabupaten Tanah Datar, Sabtu 7 Desember 2024. (Foto: Prokopim Tanah Datar)

Langgam.id – Panitia Festival Pesona Minangkabau memperkirakan 15.000 pengunjung diperkirakan mendatangi helatan tersebut hingga penutupan pada hari ini, Minggu (8/12/2024).

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Riswandi Dt Manti Basa mengatakan terjadi peningkatan pengunjung dalam gelaran iven kali ini, dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun lalu, selama empat hari pelaksanaan. Kunjungan ke Festival Pesona Minangkabau mencapai 10.000 orang. Tahun ini, lebih banyak, perkiraan kami mencapai 15.000 orang,” katanya, Sabtu (7/12/2024).

Dia mengatakan helatan tahun lebih menarik karena atraksi yang ditampilkan juga lebih banyak. Begitu juga dengan stand-stand yang disediakan.

Juga menampilkan seluruh potensi dari 75 nagari yang ada di Tanah Datar. Selain itu, juga standa UMKM dari masyarakat sekitar.

Adapun, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar kembali menggelar agenda tahunan Festival Pesona Minangkabau (FPM) 2024 yang dibuka secara resmi pada Kamis (5/12/2024) lalu di Istano Basa Pagaruyung.

Iven ini akan dilaksanakan dari 5 hingga 8 Desember 2024, yang dipusatkan di Istano Baso Pagaruyung.

FPM 2024 ini dibuka secara langsung oleh Menteri Pariwisata yang diwakili Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Ekonomi Kreatif Kemenkraf Fahmy Akmal, juga dihadiri Staf Ahli bidang Keuangan Pemprov Sumbar Syaiful Bahri, Bupati Tanah Datar Eka Putra, anggota DPRD Provinsi Sumbar dan Kabupaten Tanah Datar, Ketua TP PKK Tanah Datar, Sekda, para Asisten, Staf Ahli Pimpinan OPD, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Saat pembukaan, Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan bahwa Festival Pesona Minangkabau merupakan sebuah pesta perhelatan yang berisikan seni budaya dan kearifan lokal Minangkabau.

Menurutnya, melalui iven ini akan ditampilkan berbagai kekayaan seni budaya Minangkabau yang telah dikenal di seantero nusantara dan bahkan ke dunia internasional.

Eka mengungkapkan, Kabupaten Tanah Datar sebagai wilayah tertua dan sebagai tempat asal usul etnis Minangkabau, ikut bertanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal agar tidak pupus tergerus zaman.

“Kita berharap agar dari bumi Ranah Minang muncul api semangat untuk meningkatkan dan mengembangkan seni budaya Minangkabau. Semoga kegiatan ini akan jadi pemicu dan pendorong bagi kita semua untuk memajukan kesenian tradisional dan kembali bangkit setelah terjadinya bencana erupsi Gunung Marapi dan galodo,” ucapnya.

Ia menuturkan dalam iven tahun ini juga ditampilkan tari kolosal dari sanggar seni anak nagari terbaik dan rangkaian budaya yang ada di Tanah Datar.

“Terima kasih kepada semua pihak, dengan semangat kebersamaan ikut menyukseskan acara ini,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan SDM dan Ekonomi Kreatif Kemenkraf Fahmy Akmal menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Tanah Datar yang selalu menggerakkan budayanya.

“Tidak heran, jika Festival Pesona Minangkabau ini selalu masuk dalam kalender iven nasional, karena selalu komit menyelenggarakan iven budaya mulai dari tingkat nagari sampai ke iven besar saat ini,” ujarnya. (*/Fs)

Baca Juga

TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kondisi Terkini Korban Selamat Keracunan Asap Genset Saat Listrik Padam di Tanah Datar 
Polisi saat mendatangi lokasi kejadian tiga remaja di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, diduga menjadi korban keracunan asap genset. (Dok. Polisi)
7 Fakta Kematian Tragis Dua Pelajar di Tanah Datar, Diduga Keracunan Asap Genset Saat Mati Listrik Massal
Ilustrasi jenazah. (Dok. Langgam.id)
Petaka Asap Genset di Tanah Datar Saat Mati Listrik Massal, Dua Pelajar Meninggal Beda Sekolah
Sekolah Rakyat Terbesar di Indonesia Dibangun di Tanah Datar, Keluarga Dony Oskaria Hibahkan Lahan 16 Hektar
Sekolah Rakyat Terbesar di Indonesia Dibangun di Tanah Datar, Keluarga Dony Oskaria Hibahkan Lahan 16 Hektar
Petugas BPBD mengevakuasi warga terdampak banjir di Tanah Datar, pada Selasa malam. DOK BPBD
Bupati Tanah Datar: 5 Rumah Hanyut hingga 100 Ha Sawah Terdampak Banjir
Banjir dan Longsor di Lintau Buo Tanah Datar, Rumah hingga Lahan Pertanian Warga Terdampak
Banjir dan Longsor di Lintau Buo Tanah Datar, Rumah hingga Lahan Pertanian Warga Terdampak