Dinkes Temukan 1.569 Anak di Padang Alami Stunting, Terbanyak di Koto Tangah

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr Srikurnia Yati mengatakan sepanjang Januari hingga September 2025 ditemukan 192 kasus HIV.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati. (Foto: Diskominfo)

Langgam.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) menemukan sebanyak 1.569 anak stunting di Kota Padang. Hal ini sesuai dengan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGM) per 5 Juli 2024.

Sebelumnya pada Juni lalu, Dinkes Padang telah melakukan Intervensi Serentak Penurunan Stunting (ISPS). Gerakan tersebut merupakan aksi bersama dalam mengatasi stunting yang dapat berdampak pada pertumbuhan balita.

Kepala Dinkes Padang, Srikurnia Yati mengatakan, bahwa dari pengukuran yang dilakukan dalam kegiatan intervensi serentak terdapat 58.515 balita yang diukur. Kemudian, sesuai data E-PPGM per 5 Juli 2024, ditemukan 1.569 anak stunting di Kota Padang.

Rincian sebaran anak stunting di 11 kecamatan di Kota Padang, terang Srikurnia, yaitu Kecamatan Koto Tangah terdapat 565 anak stunting, Bungus Teluk Kabung (43), Kuranji (114).

Selanjutnya, Lubuk Begalung (109), Lubuk Kilangan (114), Nanggalo (44), Padang Barat (60), Padang Selatan (131), Padang Timur (134), Padang Utara (63), dan Pauh (192).

Srikurnia menegaskan bahwa Pemko tidak akan membiarkan anak stunting di Kota Padang. Pihaknya sudah melakukan deteksi tumbuh kembang anak dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak yang stunting.

“Semua anak stunting sudah dilakukan pemeriksaan tumbuh kembangnya,” ujar Srikurnia dilansir dalam laman Facebook Diskominfo Kota Padang, Rabu (17/7/2024).

Hingga saat ini, kata Srikurnia, terdapat 73 anak yang sudah dirujuk ke RSUD dr Rasidin. Kemudian, 193 anak sudah menerima bantuan Baznas berupa susu yang direkomendasikan dokter spesialis anak.

“Dengan intervensi yang dilakukan, tentunya menjadi evaluasi. Semoga kasus stunting menurun. Selain itu kita juga kita tetap melakukan pengawasan bagi ibu hamil. Sampai bulan Juni ini terdapat kurang lebih 8.700 ibu hamil, 900 di antaranya ada yang anemia,” terangnya.

Srikurnia mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan bersama kader, agar ibu yang anemia dan mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) tidak melahirkan anak yang stunting. (*/yki)

Baca Juga

Padang Rancak Award 2026, 326 RT Bersaing Tampilkan Lingkungan Terbaik
Padang Rancak Award 2026, 326 RT Bersaing Tampilkan Lingkungan Terbaik
Pemko Padang Minta BPBPK Sumbar Fasilitasi Pengolahan Sampah Terpadu RDF
Pemko Padang Minta BPBPK Sumbar Fasilitasi Pengolahan Sampah Terpadu RDF
Wako Padang Bahas Percepatan Air Bersih dan Pengelolaan Sampah dengan BPBPK Sumbar
Wako Padang Bahas Percepatan Air Bersih dan Pengelolaan Sampah dengan BPBPK Sumbar
Beberapa pekan belakangan ini, Kota Padang diselimuti kabut asap. Akan tetapi pada Selasa, terjadi perbaikan kualias udara di Kota Padang
Udara Padang Kembali Memburuk, Pemko Terapkan PJJ Hari Ini
BPK Periksa Belanja Daerah Pemko Padang, Wako Minta OPD Evaluasi
BPK Periksa Belanja Daerah Pemko Padang, Wako Minta OPD Evaluasi
Wali Kota Padang, Fadly Amran mengungkapkan bahwa gangguan distribusi air saat ini merupakan dampak langsung dari bencana banjir bandang yang
Fadly Amran Minta OPD Padang Evaluasi Target dan Percepat Realisasi Program