Dendeng Rinuak Maninjau Tetap Berderuk di Tengah Pandemi

Dendeng Rinuak Maninjau Tetap Berderuk di Tengah Pandemi

Foto: AMCNews.co.id

Langgam.id - Di tengah sapuan badai pandemi Covid-19, dendeng rinuak dengan merek dagang Bagonjong tetap berderuk. Produksi 5 kilogram setiap hari selalu ludes diserap pasar.

Bahkan UMKM yang bergerak di bisnis olahan hewan endemik Danau Maninjau itu tetap eksis memenuhi kebutuhan pasar bisnis kuliner di dalam dan luar Sumatra Barat.

“Kalau dibilang tidak begitu terdampak, tidak seperti itu juga, tapi secara keseluruhan kami masih bisa berproduksi setiap hari dan memenuhi permintaan pasar,” ujar pemilik UMKM Bagonjong, Fitria Amrina, Senin (10/8), sebagaimana dicuplik dari AMC.

Dikatakan, saat ini permintaan pasar terhadap dendeng rinuak masih terbilang tinggi. Hal itu dapat diketahui dari selalu habisnya stok dendeng rinuak yang tersedia di rumah produksi miliknya.

“Alhamdulillah-nya, meski kami memproduksi setiap hari, tidak ada produk yang macet, selalu kehabisan stok,” ungkapnya.

Dalam sehari, rata-rata Fitria mampu memproduksi 40 pcs dendeng rinuak berat 100 gram, dari olahan 5 kilogram rinuak yang memakan waktu kurang lebih 8 jam.

“Karena usaha ini masih berskala kecil, belum menyerap tenaga kerja, jumlah produksi tersebut terbilang kecil di banding usaha sejenis yang lebih dulu eksis,” tutur ibu empat anak tersebut.

Saat ini, Fitria mematok harga per 100 gram dendeng rinuak untuk pasaran lokal Kabupaten Agam sebesar Rp18.000. Harga tersebut akan berubah untuk pasar di luar Kabupaten Agam.

Baca Juga: Pemprov Sumbar Beri Sinyal Stimulan Ratusan UMKM Terdampak Covid-19

Fitria mengakui di awal pandemi Covid-19, produksi dendeng rinuak yang dia rintis sejak tiga tahun lalu mengalami pasang surut. Namun, terhitung sejak Ramadan lalu produksi dendengnya kembali menggeliat.

“Puasa kemarin produksi kembali meningkat, jumlah produksinya pun terbilang tetap hingga hari ini,” sebutnya.

Dirinya juga menyebut, saat pandemi Covid-19 ketersediaan bahan baku rinuak juga terbilang stabil. Saat ini dirinya masih memasok rinuak langsung dari nelayan di Danau Maninjau.

Soal pemasaran, Fitria mengaku cenderung lebih melirik sistem online. Selain itu dirinya juga memaksimalkan jaringan dagang yang sudah terbentuk.

“Sekarang lebih kencang online, untuk pasaran lokal, kami juga memaksimalkan pendistribusian kepada 6 orang ‘anak galeh’,” tuturnya lagi.

Saat ini, Kota Padang masih menjadi pasar yang paling banyak menyedot produksi dendeng rinuak olah UMKM Bagonjong. Selain itu, ia juga memasok produk ke sejumlah provinsi tetangga.

“Lebih sering dikirim ke Padang, tadi baru saja mengirim produk ke Padang. Besok, dendeng rinuak yang diproduksi hari ini akan dikirim ke Lahat, Palembang,” ulasnya.

Melihat laris manisnya bisnis dendeng rinuak di pasaran, dirinya berharap suatu saat Lubuk Basung bisa menjadi sentra penghasil dendeng rinuak.

Dirinya merinci, setidaknya di Lubuk Basung ada lima pelaku UMKM yang memproduksi dendeng rinuak dengan jumlah produksi yang cukup besar.

“Bahkan produksi UMKM tersebut jumlahnya jauh di atas produksi saya. Semoga suatu saat, daerah ini dikenal sebagi sentra usaha pengolahan dendeng rinuak yang menjadi makanan khas Lubuk Basung,” pungkasnya. (Osh)

Baca Juga

Langgam.id - Bupati Kabupaten Agam, Andri Warman mengungkapkan keinginannya terkait pengelolaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Maninjau.
Mantan Anggota DPR RI Taslim Soroti Keramba Jaring Apung yang Rusak Keindahan Danau Maninjau
Padang masuk ke dalam delapan kota di Indonesia menjadi pilihan masyarakat untuk menikmati masa tua. Hal itu berdasarkan survei GoodStats
Triwulan I/2024: BPS Catat Ekonomi Sumbar Tumbuh 4,37 Persen, Masih di Bawah Nasional
Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Wahyu Wibawa mengungkap beberapa alasan yang menentukan tingkat adopsi varietas padi di
Tahun Lalu Ekonomi Sumbar Hanya 4,62 Persen, BI Sarankan 3 Kunci Dongkrak Pertumbuhan
Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BI mencatat, terjadi perlambatan pertumbuhan perekonomian Sumbar selama delapan tahun terakhir.
BI Proyeksikan Ekonomi Sumbar Bisa Tumbuh 5,31 Persen Tahun Ini
Banjir Bandang Landa Kabupaten Agam, Belasan Rumah Terdampak
Banjir Bandang Landa Kabupaten Agam, Belasan Rumah Terdampak
Triwulan III, Ekonomi Sumbar Hanya Tumbuh 4,30 Persen
Triwulan III, Ekonomi Sumbar Hanya Tumbuh 4,30 Persen