Data PT Sumbar: Institut Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi

Data PT Sumbar: Institut Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi

Ilustrasi perguruan tinggi. - (Gambar: 200degrees & mmi9/pixabay.com)

DataLanggam - Institut Kesehatan Prima Nusantara berdiri pada 6 Agustus 2019 dengan nomor Surat Keputusan Mendikbud Nomor 680/KPT/I/2019. Sebelumnya, kampus ini bernama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ( STIKes) Prima Nusantara Bukittinggi. Sebelumnya lagi, merupakan Akademi Kebidanan Prima Nusantara Bukittinggi sejak 2 Agustus 2002.

Alamat:Jalan Kusuma Bakti No.99 Kubu Gulai Bancah, Kecamatan Koto Selayan, Kota Bukittinggi Provinsi Sumatra Barat, kode pos 26111 .

Situs resmi: ikespnb.ac.id

Baca Juga: Data Perguruan Tinggi di Sumatra Barat

Institut Kesehatan Prima Nusantara terdiri dari jenjang Profesi, S1, D4 dan D3 dengan 8 prodi.

Jenjang Profesi memiliki 2 Prodi, yakni:
1 Pendidikan Profesi Bidan
2 Profesi Pendidikan Ners

Jenjang S1 memiliki 3 Prodi, yakni:
1 Kebidanan
2 Keperawatan
3 Kesehatan Masyarakat

Jenjang D4 memiliki 2 Prodi, yakni:
1 Kebidanan
2 Promosi Kesehatan

Jenjang D3 memiliki 1 Prodi, yakni: Kebidanan

Sumber: Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sebelumnya Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi)

Baca Juga

29 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat
29 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat
15 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat
15 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat
12 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat
12 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat
11 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat
11 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat
Berita terbaru dan terkini hari ini: Arief Muhammad buka rumah makan Payakumbuah Masakan Minag di Tangerang, Banten.
Arief Muhammad Buka Rumah Makan Padang di Tangerang, Lokasinya Bekas Restoran Nan Gombang
Langgam.id - Pemko Padang menerima Dana Insentif Daerah (DID) Tahun Anggaran (TA) 2022 senilai Rp24,3 miliar dari Kementerian Keuangan RI.
Hendri Septa untuk Pilkada Padang 2024, Revolt Institut: Peluang Besar, Popularitas Rendah