Langgam.id — Atlet gulat asal Sumatera Barat (Sumbar), Letda Inf. Gilang Ilhaza, kembali mendapat kepercayaan memperkuat Indonesia di panggung olahraga internasional. Atlet binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumbar itu akan tampil pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Gilang dilepas Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Istana Gubernur Sumbar, Jumat (28/8/2026). Ia akan bertanding pada nomor gulat gaya bebas kelas 74 kilogram.
Asian Games 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Gilang menjadi satu-satunya atlet gulat asal Sumbar yang memperkuat kontingen Indonesia pada ajang tersebut.
Mahyeldi mengatakan keberangkatan Gilang menjadi kebanggaan bagi Sumbar sekaligus menunjukkan hasil pembinaan olahraga daerah.
“Alhamdulillah, Gilang pernah kita didik di PPLP. Berkat prestasi olahraganya, sekarang dia juga bertugas di TNI Angkatan Darat dan dipercaya mewakili Indonesia di ajang internasional,” kata Mahyeldi.
Menurutnya, Gilang memiliki rekam jejak prestasi yang cukup konsisten. Ia sebelumnya juga memperkuat Indonesia pada sejumlah kompetisi internasional, termasuk SEA Games.
“Gilang sebelumnya juga telah mendapatkan medali di SEA Games. Sekarang dia diutus mewakili Indonesia di Asian Games di Jepang. Mudah-mudahan bisa memberikan prestasi terbaik, bahkan meraih medali emas,” ujarnya.
Mahyeldi berharap capaian Gilang dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda Sumbar lainnya. Menurutnya, atlet daerah harus berani memasang target tinggi dan tidak berhenti pada prestasi tingkat nasional.
“Semoga Gilang bisa mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional dan tentu saja membawa nama Sumatera Barat di tingkat Asia,” katanya.
Mahyeldi menambahkan, keberhasilan pembinaan PPLP tidak hanya terlihat dari cabang olahraga gulat. Sejumlah cabang olahraga lainnya, seperti sepak bola dan sepak takraw, juga telah melahirkan atlet berprestasi.
Karena itu, Pemprov Sumbar berkomitmen memperkuat sistem pembinaan olahraga agar potensi atlet daerah dapat dikembangkan secara terarah dan berkelanjutan.
Ia juga meminta Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar mengkaji pengembangan kawasan Main Stadium yang memiliki lahan sekitar 40 hektare sebagai pusat pembinaan olahraga terpadu.
Menurut Mahyeldi, kawasan tersebut dapat dikembangkan menjadi ekosistem olahraga yang menggabungkan pendidikan, latihan, fasilitas olahraga, dan pembinaan prestasi.
“Mudah-mudahan Main Stadium dan kawasannya bisa kita jadikan pusat pembinaan olahraga melalui PPLP. Konsepnya bisa kita kembangkan seperti Sekolah Garuda ataupun Sekolah Rakyat yang menjadi perhatian Presiden,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus mengatakan keberangkatan Gilang ke Asian Games menjadi bukti bahwa pembinaan atlet Sumbar terus menunjukkan perkembangan.
Gilang sebelumnya mencatatkan prestasi di tingkat nasional, termasuk pada PON Aceh-Sumut, sebelum melanjutkan kiprahnya di tingkat Asia Tenggara melalui SEA Games.
“Alhamdulillah, Gilang berangkat ke Asian Games di Nagoya, Jepang. Ini atlet binaan KONI Sumatera Barat. Sebelumnya dia meraih prestasi di PON Aceh-Sumut, kemudian juga tampil di SEA Games,” kata Hamdanus.
Menurutnya, perjalanan Gilang memperlihatkan adanya jenjang pembinaan atlet yang dapat mengantarkan atlet Sumbar dari level nasional hingga internasional.
“Mudah-mudahan sekarang juga bisa meraih medali di Asian Games. Artinya, prestasi atlet kita terus menyala dan tingkatannya semakin bagus,” ujarnya.
Keberangkatan Gilang ke Asian Games 2026 sekaligus menjadi momentum bagi Sumbar untuk memperkuat pembinaan atlet berbasis talenta daerah. Dari PPLP, atlet muda diharapkan memiliki jalur pembinaan yang jelas hingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (HER)






