Cuaca Tak Menentu, Dinkes Sumbar Minta Waspadai Sejumlah Penyakit dan Beri Tips Sehat

Cuaca di Sumbar tak menentu timbulkann beberapa penyakit

Hujan. (Ilustrasi Pixabay.com)

Langgam.id - Cuaca di sejumlah daerah di Sumatra Barat (Sumbar) dalam beberapa hari terakhir, sering berubah mendadak. Cuaca tak menentu, dari panas terik ke hujan dan dari hujan ke panas terik.

Humas Pemprov Sumbar mengutip BMKG menyebut, kondisi tersebut dipicu oleh fenomena atmosfer skala regional hingga lokal. Yaitu, aktifnya monsun Asia yang menyebabkan terjadinya peningkatan pasokan massa udara basah di wilayah Indonesia.

Selain itu, terbentuknya pola konvergensi dan terjadinya perlambatan kecepatan angin di beberapa wilayah. Suhu permukaan laut di sekitar wilayah perairan yang cukup hangat sehingga menambah pasokan uap air cukup tinggi untuk mendukung pembentukan awan hujan. Kondisi ini diperkuat dengan adanya fenomena gelombang atmosfer (Equatorial Rossby Wave dan Kelvin Wave) yang signifikan di sekitar wilayah Indonesia.

"Perubahan iklim yang mendadak ini tentunya akan dapat mempengaruhi kesehatan. Karena itu, masyarakat mesti menjaga kesehatan dengan pola makan dengan pola hidup sehat," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumbar dr. Merry Yuliesday Mars, Minggu (12/1/2020), dalam siaran pers Humas Pemprov Sumbar.

Penyakit yang perlu diwaspadai di musim hujan, menurutnya, antara lain influenza, demam berdarah, diare dan leptospirosis. cuaca sumbar

" Influenza disebabkan oleh virus influenza. Gejala influenza yaitu batuk, pilek, sakit tenggorokan, letih, lesu, mual, muntah, diare dan demam."

Sementara, demam berdarah akibat virus yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictusini. Gejala DBD ini seperti sakit kepala, demam mendadak, nyeri belakang bola mata, mual dengan/tanpa pendarahan seperti mimisan/gusi berdarah

"Sementara penyakit diare muncul karena mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus atau parasit seperti bakteri E.Coli, Salmonela, Shigella dan lain-lain. Gejala diare yakni dehidrasi, lemas, kulit kering, pusing, sering bab dan lain-lain," kata Merry.

Sementara, penyakit leptospirosis disebabkan oleh bakteri leptospira. "Penyakit ini ditularkan melalui kencing tikus. Penularannya masuk dalam tubuh manusia lewat selaput lendir, mata, hidung, kulit lecet dan makanan. Gejala leptospirosis yakni menggigil, batuk,diare, demam tinggi, sakit kepala,nyeri otot, mata merah dan tidak ada nafsu makan."

Tips sehat dalam perubahan cuaca mendadak ini, menurut Kadis, adalah dengan menjaga pola makan, asupan gizi yang baik, meningkatkan asupan buah-buahan dan menurunkan makanan yang dapat meransang munculnya batuk dan pilek. Seperti makanan berminyak, pedas dan es.

Ia juga menyarankan istirahat yang cukup, banyak minum air putih dan teratur beroalah raga. "Pola hidup sehat cerminan keluarga sehat dan cerdas. Mari kita jaga kesehatan untuk ketahanan tubuh dalam menghafapi kondisi cuaca ektrim sekalipun," katanya. (*/SS)

Ikuti berita terbaru dan terkini dari Langgam.id. Anda bisa bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update di tautan https://t.me/langgamid atau mengikuti Langgam.id di Google News pada tautan ini.

Baca Juga

Bio Farma Kenalkan 2 Produk Baru, FastBio RBD dan VaccarBio
Bio Farma Kenalkan 2 Produk Baru, FastBio RBD dan VaccarBio
Bio Farma Kembangkan Medbiz, Belanja Produk Farmasi Langsung dari Distributor Resmi
Bio Farma Kembangkan Medbiz, Belanja Produk Farmasi Langsung dari Distributor Resmi
intensitas hujan
BMKG: Puncak Musim Hujan di Sumbar Bisa Sampai Desember
BMKG Perkirakan Sumbar Masih Diguyur Hujan Beberapa Hari ke Depan
BMKG Perkirakan Sumbar Masih Diguyur Hujan Beberapa Hari ke Depan
Langgam.id - Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengingatkan para Nakes di daerah yang ia pimpin untuk mencegah dan menghindari Pneumonia pada anak.
Kata Mahyeldi Soal Pneumonia pada Anak: Angka Kematiannya Lebih Besar dari Covid-19
Melihat Keunggulan Kamar Bedah Operasi di SPH
Melihat Keunggulan Kamar Bedah Operasi di SPH