Langgam.id – Yosi merasakan firasat tidak enak saat masih berada di dalam pesawat. Perasaan itu semakin kuat setelah ia mendarat dan membuka ponsel. Melalui Instagram, ia melihat kawasan Perumahan Lumin Park, Lubuk Minturun, Kota Padang, termasuk rumahnya, telah diterjang banjir.
Yosi tidak berada di rumah saat banjir melanda pada Sabtu (10/10/2026). Ia hanya bisa menyaksikan kabar bencana yang merendam tempat tinggalnya melalui unggahan media sosial.
“Saat masih dalam penerbangan, perasaan saya sudah tidak enak. Setelah mendarat dan melihat Instagram, ternyata kawasan Lumin Park, termasuk rumah saya, sudah terkena banjir,” kata Yosi kepada Langgam.id, Minggu (11/10/2026).
Setelah mendarat, Yosi pulang ke rumahnya yang lain untuk meletakkan barang-barang. Ia baru mendatangi rumahnya di Lumin Park pada malam hari, setelah air mulai surut.
Saat tiba, kondisi rumahnya sudah berubah. Lantai dipenuhi lumpur, sementara bekas genangan air terlihat jelas pada kaca rumah.
“Ketika melihat isi rumah, lumpur mengendap tebal. Bekas air banjir juga terlihat di kaca rumah,” ujarnya.
Pengalaman serupa dialami Beni. Saat banjir menerjang kawasan tersebut, ia juga sedang tidak berada di rumah. Informasi mengenai kondisi tempat tinggalnya ia peroleh dari grup percakapan dan unggahan Instagram.
Namun, kekhawatiran Beni bukan hanya soal kondisi rumah. Asisten rumah tangganya saat itu berada seorang diri di dalam bangunan ketika air mulai meninggi.
Beni berusaha menghubungi asisten rumah tangganya, tetapi tidak mendapat respons. Belakangan, ia mengetahui perempuan tersebut terjebak di dalam rumah dan menyelamatkan diri ke lantai dua.
Asisten rumah tangganya baru bisa keluar setelah dievakuasi tim SAR pada sore hari.
“Waktu itu kami sedang tidak di rumah. Kami mengetahui rumah kebanjiran dari informasi di grup dan postingan di Instagram,” kata Beni.
Di tengah kekhawatiran itu, Beni bersyukur tidak ada barang yang hilang dari rumahnya. Meski demikian, air dan lumpur membasahi sejumlah perabot, termasuk sofa dan kasur.
“Alhamdulillah, tidak ada yang hilang dan rusak di dalam rumah,” ujarnya.
Sementara itu, Irfan juga mengetahui banjir yang merendam kawasan tempat tinggalnya melalui media sosial. Saat kejadian, ia tidak berada di rumah. Hanya mobilnya yang tertinggal di lokasi.
Setelah banjir surut, Irfan mendapati kendaraannya dipenuhi lumpur hingga tidak bisa dinyalakan. Ia pun harus menghadapi dampak banjir pada mobilnya meski tidak berada di lokasi saat kejadian.
“Kami tidak ada di rumah waktu banjir datang. Kami mengetahui kejadiannya dari postingan di media sosial,” tuturnya.
Banjir menerjang Perumahan Lumin Park pada Sabtu siang setelah hujan deras mengguyur Kota Padang. Berdasarkan keterangan petugas keamanan setempat, air mulai naik sekitar pukul 12.30 WIB dan meningkat drastis sekitar pukul 13.00 WIB. (WAN)





