Cerita Personel Polres Pariaman Jalan Kaki Sisir Ladang Ganja

Tanaman ganja yang ditemukan di Kabupaten Padang Pariaman. (Foto: Dok.Polres Padang Pariaman)

Tanaman ganja yang ditemukan di Kabupaten Padang Pariaman. (Foto: Dok.Polres Padang Pariaman)

Langgam.id – Kepolisian Resor (Polres) Pariaman menemukan ladang ganja di kawasan perkebunan Lancang Gunung Dama Batang, Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kecamatan Aur Melintang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar) pada 15 Juni 2020.

Tak mudah bagi personel Satuan Reserse Narkoba Polres Pariaman menuju titik lokasi ladang ganja tersebut. Sebab, titik penanaman ganja itu berada jauh dari pemukiman warga hingga berada di balik perbukitan.

Operasi pengungkapan ladang ganja ini dipimpin langsung Kasat Narkoba Polres Pariaman AKP Herit Syah beserta beberapa anggotanya. Mereka menuju ke lokasi dengan berjalan kaki.

Menurut Herit Syah, timnya harus membuat jalan sendiri untuk menuju titik ladang ganja. Sebab, lokasi yang di kelilingi semak belukar dan perbukitan itu jarang dijamak manusia.

“Pertama kami turun dari jalan utama, kemudian masuk semak belukar. Kami terpaksa membuat jalan sendiri, karena memang tidak ada akses jalan menuju ke lokasi,” kata Herit Syah dihubungi langgam.id, Rabu (24/6/2020).

Tak hanya semak belukar, timnya harus melewati tanjakan dan turunan yang curam di balik perbukitan. Meskipun cukup mengeluarkan energi, namun para personel tetap semangat dan mampu melewati semua rintangan.

“Dari jalan utama jaraknya sekitar 300 meter, tapi jalannya ke dalam berbahaya. Banyak semak karena di kelilingi rimba. Kami membuka jalan dengan memotong semak-semak yang ada,” ujarnya.

“Kalau dari pemukiman masyarakat sampai dua meter. Kami menghabiskan waktu sekitar setengah jam. Ini waktu kalau dari jalan utama,” sambungnya.

Saat sampai di lokasi, personel menemukan 40 batang ganja yang masih subur. Pohon-pohon ganja ini ditanam di sekitar semak-semak, sehingga nyaris seperti tanaman liar.

Pihaknya memperkirakan usai tanaman ganja memasuki dua bulan. Biasanya, tanaman ganja baru siap panen pada usia tiga bulan.

“Nah kalau dari ladang ke rumah pemiliknya yang ditetapkan tersangka ini sudah beda wilayah. Ini kan tersangka sudah kami masukkan daftar pencarian orang (DPO),” jelasnya.

Herit Syah menegaskan, pasca ditemukan ladang ganja, pihaknya langsung melakukan penggerebekan terhadap rumah pemilik. Namun sayangnya, tersangka keburu kabur dan sampai sekarang masih diburu.

“Untuk identitas sudah diketahui. Kami masih melacak keberadaan tersangka. Mudah-mudahan secepatnya mungkin berhasil kami tangkap,” tuturnya. (Irwanda/ICA)

Baca Juga

Berladang Ganja, Petani di Agam Diringkus Polisi
Berladang Ganja, Petani di Agam Diringkus Polisi
Launching Pemain dan Ofisial PSP Padang, Fadly Amran: Bangkit dan Kembali Berprestasi
Launching Pemain dan Ofisial PSP Padang, Fadly Amran: Bangkit dan Kembali Berprestasi
Usai Rakor dengan Mendagri, Gubernur Sumbar Pastikan TKD 2026 Tak Dipotong
Usai Rakor dengan Mendagri, Gubernur Sumbar Pastikan TKD 2026 Tak Dipotong
Menteri ESDM Setujui Usulan 301 Blok Wilayah Pertambangan Rakyat di Sumbar
Menteri ESDM Setujui Usulan 301 Blok Wilayah Pertambangan Rakyat di Sumbar
Dua jembatan yang rusak akibat banjir di Dharmasraya dikabarkan akan segera kembali oleh pemerintah pusat. Ini merupakan bagian dari program
Dua Jembatan Rusak Akibat Banjir di Dharmasraya Bakal Dibangun Kembali
LBH Padang menyoroti proses pencabutan terhadap 28 izin perusahaan. Terdiri dari 22 izin berusaha pemanfaatan hutan (PBPH) hutan alam
28 Izin Perusahaan Dicabut, LBH Padang: Harus Ada Sebuah Keputusan Sebagai Produk Hukum