Cegah Tawuran Terulang di Padang, Aparat Diturunkan ke Sekolah

ilustrasi tawuran

Ilustrasi tawuran. [Dok. Langgam.id]

Langgam.id – Aparat kepolisian, TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Satpol PP diturunkan ke sejumlah sekolah di Kota Padang mulai Senin (1/7/2022). Hal itu bertujuan menjamin keamanan untuk mencegah terulang kembali aksi tawuran antar pelajar.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatra Barat (Sumbar) Barlius menyatakan, penjagaan keamanan diputuskan berdasarkan hasil rapat bersama Forkopimda, Polresta Padang, Brimob Polda Sumbar, Lantamal II TNI AL Padang, Kore2m 032 Wirabraja, dan Lanud Sutan Sjahrir Padang, Satpol PP Kota Padang, dan Satpol PP Provinsi Sumbar.

“Jadi hari ini Polres Padang menurunkan petugas keamanan bersama Brimob, dibantu dengan Lantamal, Lanud, dan Korem untuk pengamanan di isu tawuran ini,” katanya, Senin (1/7/2022).

Melalui penjagaan ini, pihaknya berharap situasi tetap kondusif dan tidak terjadi lagi tawuran. Kalau ada tawuran maka bisa dicegah lebih dini. Malam sebelumnya petugas dari Satpol PP juga telah berpatroli untuk mengetahui tanda akan ada tawuran, namun tidak ditemukan tanda bakal terjadi tawuran.

Dengan terciptanya kondisi yang kondusif, pelajar bisa belajar di sekolahnya dengan baik dan bisa mengejar mutu. Sebab sebenarnya pendidikan untuk meningkatkan mutu, tetapi malah tersita waktu karena memikirkan tawuran ini. Tentu hal ini sangat disayangkan terjadi.

“Ini tentunya tidak harus terjadi, kalau seperti ini akan tersita waktu kita akibat tingkah laku yang seharusnya tidak dilakukan oleh pelajar,” katanya.

Dia mengatakan penjagaan keamanan dilakukan oleh polisi dengan menyebar ke berbagai sekolah diantaranya SMKN 1 Padang dan SMKN 5 Padang. Kemudian melakukan penjagaan di tempat-tempat lain yang dinilai rawan terjadi tawuran. Ada juga petugas yang berpatroli untuk melakukan pengawasan.

Selain itu, mengingat adanya penyerangan kepada siswa saat jalan pulang, maka hal ini juga perlu diwaspadai. Satpol PP siap membantu mengantarkan anak sekolah pulang dengan menggunakan mobil dalmas. Siswa akan diantar sampai titik tertentu yang dianggap aman.

“Pengawasan seperti ini akan dilakukan sampai situasi kondusif, terutama pada jam jam sekolah, mudah-mudahan situasi segera kondusif dan tidak ada lagi tanda-tanda akan terjadi tawuran,” katanya.

Dia menyebut juga setuju apabila ada pelajar yang melakukan tindak kekerasan dan kriminal seperti melukai orang lain agar diproses hukum sesuai aturan berlaku. Hal ini juga sudah disampaikan kepada Kapolresta Padang agar yang menggunakan senjata tajam diproses.

Disdik juga menekankan agar kepala sekolah lebih ketat melakukan pengawasan terhadap para siswanya. Siswa yang melanggar bisa diberikan sanksi yang tegas.

Kemudian bagi orangtua agar melakukan pengawasan terhadap siswanya. Perlu dilakukan pengecekan misalnya apa yang dibawa anak di dalam tasnya, apa yang dibawa anak di dalam jok motornya. Pastikan tidak ada benda berbahaya seperti senjata tajam.

Baca Juga: Satpol PP Tanggapi Isu Pelajar di Kota Padang Bakal Tawuran Lagi 1 Agustus 2022

“Semua perlu bersama-sama mencegah tawuran, terutama orangtua karena paling tahu dengan anak adalah orangtua jadi perlu sentuhan orangtua, kemudian sekolah dan masyarakat,” katanya.

Dapatkan update berita Padang – berita Sumatra Barat terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Ket: Citra deforestasi area PETI Sijunjung periode 2020-2024 [Sumber LBH Padang]
LBH Padang Ungkap 14,5 Ribu Hektare Hutan di Sijunjung Rusak karena Tambang Emas Ilegal 
Penampakan RD, pelaku penganiayaan anak kandung sendiri. (Foto: Dok. Polresta Padang)
Penampakan Ayah Kandung di Padang yang Aniaya Bayinya, Digiring ke Sel Tahanan 
Pemberian nama merupakan salah satu hal yang penting yang dilakukan oleh orang tua kepada buah hatinya yang baru lahir. Apalagi nama ini juga berkaitan dengan dokumen kependudukan.
Kasus Kekerasan Bayi 2 Tahun di Padang, Polisi Sebut Dipicu Faktor Ekonomi dan Alkohol
Bekas luka di tubuh bayi malang dianiaya ayah kandung di Padang. (Foto: Ipda Ghifari untuk Langgam.id)
Bayi 2 Tahun di Padang Dianiaya Ayah Kandung Selama 1 Bulan, dari Sundutan Rokok hingga Gigitan
Bekas luka diduga karena air panas yang dialami bayi tersebut. (Foto: Ipda Ghifari untuk Langgam.id)
Bayi 2 Tahun di Padang Diduga Dianiaya Ayah Kandung: Diselamatkan Tetangga, Badan Penuh Bekas Luka
Polisi melakukan olah TKP kecelakaan yang menewaskan pasangan suami istri. (Foto: Polres Solok)
Pilu Pasangan Suami Istri Meninggal Ditabrak Truk di Solok, Balita Korban Patah Kaki