Cegah Polio, Dinkes Padang Maksimalkan Imunisasi Anak

Cegah Polio, Dinkes Padang Maksimalkan Imunisasi Anak

Imunisasi anak. (Foto: Kominfo Padang)

Langgam.id – Dinas Kesehatan Kota Padang melalui crash program polio (CPP) mengimbau agar seluruh masyarakat untuk memberikan balita suntik imunisasi polio. Capaian crash program polio di Kota Padang hingga saat ini, sebanyak 57,9 persen imunisasi BoPV dan IPV 37,8 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Sri Kurnia Yati menjelaskan meskipun di Kota Padang tidak memiliki kasus polio, Pemerintah Kota Padang terus mencanangkan crash program untuk bertindak sebagai antisipasi.

“Pasca pandemi Covid-19 tidak bisa dipungkiri memberikan imbas terhadap capaian imunisasi pada anak di Kota Padang. Sehingga hal ini tidak menutup kemungkinan anak akan rentan terhadap virus polio,” katanya dikutip dari Kominfo, Selasa (21/3/2023).

Satu saja kasus polio yang ada di Indonesia, akan menjadi kasus kejadian luar biasa. Apalagi provinsi tetangga yaitu Nanggroe Aceh Darussalam tahun 2022 kemarin ditemukan positif polio.

“Beberapa provinsi tetangga kita telah menggencarkan crash program polio. Untuk mencegah kasus tersebut menyebar di Sumbar khususnya Kota Padang, digencarkan pula CPP dengan sasaran balita usia 0-59 bulan,” tuturnya.

Ia menegaskan kepada masyarakat jangan menunggu ada kasus terlebih dahulu baru diobati, akan lebih baik jika penyakit dicegah sebelum terdampak.

“Jangan sampai karena ketidaktahuan, ketidakmauan kita untuk mengimunisasi anak, semuanya menjadi positif. Kasus membuat anak lumpuh mendadak dan tidak bisa dioati. Maka dari itu, mari kita bersama-sama menggencarkan crash program polio pada anak di Kota Padang,” tuturnya.

Ia mengatakan CPP telah dilakukan sejak tanggal 6 Maret 2023 yang lalu. Di Kota Padang menargetkan capaian CPP yaitu sebesar 95 persen. Saat ini, capaian imunisasi bOPV tertinggi diraih oleh Puskesmas Kecamatan Kuranji dengan presentase 79,3 persen. Kemudian yang terendah, oleh Puskesmas Padang Pasir dengan angka 38,1 persen.

Sementara untuk imunisasi IPV oleh Puskesmas Seberang Padang dengan angka 65,5 persen. Puskesmas Anak Air dengan angka 22,6 persen menjadi angka terendah capaian imunisasi ini.

Lebih lanjut, ia mengatakan khusus di Kota Padang ditargetkan sebanyak 77.624 balita harus diberikan imunisasi polio. Saat ini sudah terdapat sebanyak 1.512 pos menyebar di Kota Padang. Pos dibuka seluas-luasnya, baik puskesmas, rumah sakit, tempat prakter dokter mandiri, dan posyandu.

“Alhamdulillah kita juga dibantu oleh organisasi profesi IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Insya Allah dengan kerjasama kita dengan seluruh pihak kita berharapnya bisa mengejar target,” ujarnya. (*/FS)

Baca Juga

Wako Padang Apresiasi Diksista MAN 3 Padang, Cetak Calon Pemimpin Masa Depan
Wako Padang Apresiasi Diksista MAN 3 Padang, Cetak Calon Pemimpin Masa Depan
Kunjungi PIAGEX 2026, Wako Padang Dorong Generasi Muda Jadi Kreator Digital
Kunjungi PIAGEX 2026, Wako Padang Dorong Generasi Muda Jadi Kreator Digital
PIAGEX 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Padang Unjuk Kreativitas di Bidang Animasi dan Game
PIAGEX 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Padang Unjuk Kreativitas di Bidang Animasi dan Game
300 Peserta Ikuti PIAGEX 2026, Upaya Perkuat Talenta Muda di Bidang Animasi dan Game
300 Peserta Ikuti PIAGEX 2026, Upaya Perkuat Talenta Muda di Bidang Animasi dan Game
Festival Pesona Minangkabau 2021 Tanah Datar Catat Rekor Dunia Tari Piring Terbanyak
Tari Kolosal “Urang Padang Jalan Barampek” Akan Meriahkan HJK Padang ke-357
Pemko Padang Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat, Konsultasi ke Kemensos dan ATR/BPN
Pemko Padang Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat, Konsultasi ke Kemensos dan ATR/BPN