Cegah Penyebaran Covid-19, Kasehat Kenalkan Layanan Gratis Isolasi Mandiri

Cegah Penyebaran Covid-19, Kasehat Kenalkan Layanan Gratis Isolasi Mandiri

Kasehat peduli covid-19 (Foto: dok kasehat)

Langgam.id - Hingga saat ini pelayanan kesehatan di Indonesia masih banyak dikeluhkan oleh masyarakat, karena memang jumlah fasilitas kesehatan yang belum memadai untuk melayani kebutuhan penduduk Indonesia, terutama dalam hal antrian pendaftaran untuk konsultasi, pemeriksaan penunjang, pemeriksaan lanjutan hingga pengambilan obat.

Merespon berbagai permasalahan pelayanan kesehatan tersebut, PT Kasehat Digital Indonesia (Kasehat) mencoba mengembangkan aplikasi kekinian dengan layanan utama pendampingan pasien (Personal Assistant) di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.

Selain itu, selama pandemi Covid-19, Kasehat juga memberikan layanan gratis pemantauan untuk isolasi mandiri bagi setiap orang di seluruh Indonesia.

"Sebagai startup yang memiliki core di bidang kesehatan, tentunya Kasehat tidak bisa menutup mata melihat wabah Covid-19 yang menyerang seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Kami kembangkan layanan gratis isolasi mandiri," kata Founder Kasehat Mira Anggraeni, Selasa (21/4/2020).

Ia mengaku Kasehat terpanggil untuk memberikan kontribusinya bagi bangsa ini dalam menghadapi wabah Covid-19 yang makin meluas.

Oleh karena itu, saat ini Kasehat Digital tengah mengembangkan layanan gratis isolasi mandiri. Masyarakat yang diminta dan diwajibkan untuk melakukan isolasi mandiri oleh Rumah Sakit rujukan atau oleh otoritas setempat, dapat dipantau keberadaannya di lokasi yang telah dipilih (rumah).

Layanan ini berupa fitur panduan isolasi mandiri, pemantauan oleh Gugus Tugas Covid-19 dan semua informasi terkait Covid-19.

Fitur akses penguncian titik lokasi dan alarm serta percakapan kegawatdaruratan juga menjadi tambahan fitur yang akan sangat membantu gugus tugas untuk memantau pasien yang melakukan isolasi mandiri.

"Tujuan utamanya adalah mencegah meluasnya potensi penularan Covid-19 serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19 secara umum." ujar Mira.

Ditambah pula jika musim mudik, Gugus Tugas Covid-19 di daerah tetap bisa memantau para ODP, OTG, PPT, PDP, dan pasien Positif yang berada di wilayah mereka. Layanan ini menjembatani pengawasan antara GugusTugas Covid-19 dan pasien yang sudah terdeteksi statusnya.

Adapun, sebagai aplikasi layanan kesehatan berbasis personal asisstant, Kasehat mengembangkan beberapa pelayanan pendampingan yang dinamakan kassistant, diantaranya Layanan Personal Assistant di rumah sakit.

Inti dari layanan tersebut adalah semua kebutuhan pasien bisa dimudahkan dengan jasa pendampingan oleh kassistant berpengalaman.

Pasien tinggal memilih serta mendeskripsikan layanan yang dibutuhkan, dan kassistant akan membantu menyelesaikan berbagai rangkaian tahapan administrasi, sehingga pada saat proses administrasi, pasien bisa beristirahat. Sehingga selain menghemat waktu, pasien juga tidak perlu capai untuk antri.

Untuk pasien yang memerlukan rawatan inap di rumah sakit namun tidak memiliki pendamping, maka Kasehat juga menyediakan pendampingan sesuai kebutuhan pasien dan juga berbagai layanan Kasehat lainnya yang dibutuhkan pasien.

Layanan Kassistant ini berbayar dengan tarif yang berbeda-beda sesuai dengan layanan yang dibutuhkan.

Namun demikian, bagi masyarakat yang tidak mampu tetap bisa menggunakan layanan ini, karena sebagai startup social enterprise, Kasehat sangat terbuka bagi berbagai pihak yang berminat untuk berdonasi. (rilis)

Ikuti berita terbaru dan terkini dari Langgam.id. Anda bisa bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update di tautan https://t.me/langgamid atau mengikuti Langgam.id di Google News pada tautan ini.

Baca Juga

Bio Farma Kenalkan 2 Produk Baru, FastBio RBD dan VaccarBio
Bio Farma Kenalkan 2 Produk Baru, FastBio RBD dan VaccarBio
Bio Farma Kembangkan Medbiz, Belanja Produk Farmasi Langsung dari Distributor Resmi
Bio Farma Kembangkan Medbiz, Belanja Produk Farmasi Langsung dari Distributor Resmi
Langgam.id - Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengingatkan para Nakes di daerah yang ia pimpin untuk mencegah dan menghindari Pneumonia pada anak.
Kata Mahyeldi Soal Pneumonia pada Anak: Angka Kematiannya Lebih Besar dari Covid-19
Langgam.id - Dua pasien Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GgAPA) masih dirawat di RSUP M Djamil Padang, Sumatra Barat (Sumbar).
Wagub Sumbar Curhat ke Moeldoko Soal Peran RSUP M Djamil Saat Pandemi Covid-19
Melihat Keunggulan Kamar Bedah Operasi di SPH
Melihat Keunggulan Kamar Bedah Operasi di SPH
Sajian Spesial Bagi Penunggu Pasien di Ruang Rawat Inap VIP dan VVIP Semen Padang Hospital
Kurangi Penumpukan Pasien, SPH Berlakukan Registrasi Antrian Online