BPBD Agam: 51 Rumah Terdampak Telah Direlokasi Mandiri, Relokasi Terstruktur Menunggu Kesepakatan Warga

Banjir lumpur melanda daerah Bukit Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, pada Jumat (5/4/2024). Sejumlah pemukiman penduduk dan

Banjir lahar dingin di Bukit Batabuah, Agam. [foto: amcnews.co.id]

Langgam.id – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Agam 11 Mei lalu telah mengakibatkan kerusakan pada 51 rumah.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam yang juga Sekda Agam Edi Busti, pemilik rumah-rumah tersebut telah bersedia untuk melakukan relokasi secara mandiri.

"Masyarakat yang terkena dampak banjir bandang sudah mulai melakukan relokasi mandiri. Tercatat ada 51 rumah rusak yang pemiliknya telah pindah secara sukarela," ujar Edi Busti, Kamis (6/6).

Namun, untuk relokasi terstruktur, Edi Busti menjelaskan bahwa prosesnya masih menunggu persetujuan penuh dari warga. Pihaknya telah melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat, dan secara prinsip mereka setuju untuk direlokasi.

"Kami sudah melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat. Secara prinsip, mereka setuju untuk direlokasi. Kami saat ini tinggal menunggu lokasi yang diinginkan oleh masyarakat, yang disiapkan di Balingka, Matur, dan Lubuk Basung," tuturnya.

Edi Busti juga menjelaskan bahwa proses terkait tanah eks Hak Guna Usaha (HGU) telah selesai. Gubernur dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah menyetujui penggunaan tanah eks HGU untuk relokasi.

Meskipun demikian, masih terdapat beberapa hambatan dalam proses relokasi dan penanganan pasca bencana. Salah satunya adalah kebutuhan akan alat pemecah batu untuk proses demolisi.

"Proses demolisi di Batu Anguih sudah selesai. Namun, kami masih membutuhkan alat pemecah batu untuk mempercepat proses ini," katanya.

Selain itu, terdapat enam jembatan yang akan diperbaiki, yang masih menunggu persetujuan dari BNPB.

"Ada enam jembatan yang perlu diperbaiki segera. Kami masih menunggu persetujuan dari BNPB untuk memulai pekerjaan ini," pungkasnya. (*/Yh)

Baca Juga

Banjir lumpur melanda daerah Bukit Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, pada Jumat (5/4/2024). Sejumlah pemukiman penduduk dan
80 Rumah Penyintas Galodo Marapi Direlokasi Terpadu, Bupati Agam Ingatkan Soal Sumber Ekonomi
Waspadai Risiko Keamanan Pangan Pasca Galodo
Waspadai Risiko Keamanan Pangan Pasca Galodo
511,52 Hektar Lahan Pertanian Terdampak Galodo, Bupati Eka Putra Ajukan Reklamasi Lahan ke Kementan RI
511,52 Hektar Lahan Pertanian Terdampak Galodo, Bupati Eka Putra Ajukan Reklamasi Lahan ke Kementan RI
Sebulan Pasca Galodo, Bupati Tanah Datar Ajukan 22 Usulan ke BNPB
Sebulan Pasca Galodo, Bupati Tanah Datar Ajukan 22 Usulan ke BNPB
Usai Masa Tanggap Darurat Berakhir, Agam Fokus Pemulihan Bencana hingga Desember 2024
Usai Masa Tanggap Darurat Berakhir, Agam Fokus Pemulihan Bencana hingga Desember 2024
Sejumlah Akademisi dan Praktisi Sepakati Konsep Mitigasi Kawasan Marapi Berbasis Nagari
Sejumlah Akademisi dan Praktisi Sepakati Konsep Mitigasi Kawasan Marapi Berbasis Nagari