Bos Citra Swalayan di Padang Bantah Karyawannya Terpapar Corona, Redian: Hoaks

Citra Swalayan

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Langgam.id – Kabar seorang karyawan Citra Swalayan yang berlokasi di Jalan Andalas, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), terpapar virus corona (covid-19) membuncah masyarakat.

Informasi tersebut awalnya beredar dari pesan berantai grup WhatsApp yang kemudian viral di media sosial lainnya. Pesan tersebut meminta masyarakat berhati-hati berbelanja di Citra Swalayan, khususnya di cabang Andalas. Sebab, seorang karyawan terpapar virus dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang.

Berikut penggalan pesan berantai yang beredar:

“Info….Bg kwn2 yg yg domisili di andaleh yg biaso balanjo diswalayan citra andaleh,,,bahwa salah satu karyawan citra trindeksi virus corona,,,td pg dbw k RS bayangkari lgs dirujuk k RS M. Jamil Padang,,,harap berhati hatiii,,,
Kaluaa Jan tingaan masker palampok muluik tu,,
Info: Brsn dr saudara dinas di RS bayangkari..”

(Info bagi kawan-kawan yang berdomisili di Andalas yang biasa belanja di Swalayan Citra andalas, bahwa salah satu karyawan citra terinfeksi virus corona. Tadi pagi dibawa ke RS Bhayangkari langsung dirujuk ke RSUP M Djamil Padang. Harap berhati-hati, keluar jangan tinggalkan masker penutup mulut itu. Info: barusan dari saudara dinas di RS Bhayangkari).

Owner Citra Swalayan, Redian Fikri Guspardi menegaskan kabar tersebut tidak benar. Pesan berantai tersebut merupakan kabar bohong atau hoaks.

“Saya sangat tahu kondisi di Andalas, karena di atas (toko) rumah orang tua saya. Otomatis intensitas ke sana sangat sering, saya sangat tahu pola dan gerak gerik karyawan. Jadi isu berkembang yang membawa nama Citra Swalayan Andalas, ada karyawan terpapar corona tidak benar sama sekali, hoaks,” ujar Redian dihubungi Langgam.id, Senin (20/4/2020).

Menurut Redian, kabar bohong yang disebarkan orang tidak bertanggung jawab itu, sudah sering dialami perusahaannya. Khusus isu untuk karyawannya terpapar corona itu telah tersebar sejak beberapa hari belakangan.

“Hoaks sudah menjadi makanan kita. Awalnya saya tidak mau menanggapi, tapi karena sudah menyebar akhirnya saya angkat bicara dan membuat video resmi, saya sebar ke media sosial untuk mengklarifikasi keadaan yang sebenarnya,” katanya.

Ia menduga berita bohong yang disebarkan orang tidak bertanggung jawab itu, dipicu masalah persaingan bisnis. Apalagi, sebelumnya, Citra Swalayan Cabang Andalas sempat hanya buka setengah hari karena pihaknya sedang menghitung barang.

“Saya kira mungkin kabar bohong ini disebar pertama karena persaingan, kita tidak tahu banyak yang tidak suka sama kita. Kedua ada yang memanfaatkan gerak gerik kita, yang memang hari Kamis tutup setengah hari karena sedang mengaudit barang yang tersedia,” tuturnya.

Saat situasi pandemi corona ini, Manajemen Citra Swalayan telah mengambil langkah-langkah untuk antisipasi, khususnya bagi setiap karyawan agar tidak terpapar. Salah satunya, dengan mewajibkan memakai masker ke seluruh karyawan di seluruh cabang yang ada.

16 cabang Citra Swalayan tersebar di Sumbar. Sebanyak 12 toko di antaranya berada di Kota Padang dengan jumlah karyawan sekitar 180 orang. Selain penerapan wajib pakai masker, karyawan juga diminta menjaga kebersihan dengan mencuci tangan sebelum memasuki toko.

Bahkan khusus karyawan kasir, diwajibkan memakai sarung tangan. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus corona melalui sentuhan barang, karena karyawan kasir penerima uang dari konsumen.

“Saya sangat memahami hal yang diwajibkan. Saya tanggal 1 April sudah membagikan masker ke seluruh karyawan Citra Swalayan sebagai bentuk tanggung jawab saya. Saya juga sudah edukasi ke seluruh karyawan, dan penerapan kalau tidak pakai masker didenda,” katanya. (Irwanda/ICA)

Baca Juga

Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre