Langgam.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap udara yang tampak kabur di wilayah Sumatra Barat (Sumbar) merupakan kiriman kabut asap dari wilayah tenggara dan selatan Sumbar.
Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Padang Pariaman Jeni Adrian mengatakan, udara kabur itu juga berkaitan dengan arah pergerakan angin saat ini yang bergerak dari tenggara menuju barat laut dan utara.
“Wilayah Jambi dan Sumatra Selatan sudah terdapat banyak titik api,” kata Jeni, Rabu (2/9/2026).
Kondisi ini menyebabkan asap dari wilayah yang memiliki aktivitas kebakaran tersebut berpotensi terbawa angin menuju wilayah Sumbar.
“Sehingga kualitas visibilitas udara di sejumlah daerah dapat terganggu meskipun jumlah hotspot di Sumbar sendiri masih rendah,” ungkapnya.
Dari catatan BMKG, jumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah Sumbar terpantau sangat minim.
Berdasarkan pantauan satelit hingga pukul 10.00 WIB, hanya terdapat dua titik panas di Sumbar. Kedua titik itu berada pada kategori tingkat kepercayaan sedang.
Maka itu, lanjut Jeni, kondisi udara kabur yang terlihat di sejumlah wilayah Sumbar bukan disebabkan banyaknya titik panas di daerah Sumbar. (WAN)





