BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Sumbar Saat Momen Idul Fitri, Ini Daerahnya

Hujan Ekstrem Sumbar, kota padang korban, angin kencang sumbar

Ilustrasi Hujan (Pixels)

Langgam.id Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) BIM Padang Pariaman mengingatkan agar masyarakat di wilayah Sumatra Barat (Sumbar) mewaspadai kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi pada dua hingga tiga hari ke depan.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Padang Pariaman Yudha Nugraha mengatakan, BMKG melihat curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir dan angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

“Wilayah yang berpotensi ialah Pasaman Barat, Agam, Pasaman, dan Limapuluh Kota,” katanya, Selasa (11/5/2021).

Selain itu terang Yudha, peluang hujan intensitas ringan hingga sedang juga diprediksi mengguyur Solok, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Bukittinggi, Payakumbuh, Padang, Padang Pariaman, dan Kepulauan Mentawai.

“Pada 13 dan 14 Mei hujan diprakirakan terjadi pada waktu siang hingga malam hari,” ujarnya.

Ia menjelaskan, analisis BMKG menunjukkan pola gangguan cuaca tropis osilasi Maden Julian (mjo) kembali aktif di area sekitar Sumbar yang meningkatkan pertumbuhan awan-awan hujan. Selain itu, pengaruh dari angin musiman dari arah tenggara ikut meningkatkan peluang terjadinya hujan di bagian timur Bukit Barisan.

Ia menyebutkan, daerah-daerah rawan dengan melihat potensi hujan yang terjadi ialah di Pasaman Barat, Agam, Limapuluh Kota, dan Pasaman. Daerah tersebut memiliki karakteristik rawan longsor seperti di Pangkalan Lima Puluh Kota, Palupuah, dan Malalak Agam.

“Mengingat kondisi saat ini menjelang hari raya Idul Fitri, diprediksi terjadi peningkatan pergerakan masyarakat antar kabupaten di dalam Sumbar. Tentunya hal itu, ikut meningkatkan risiko dampak cuaca ekstrem,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap informasi cuaca dan titik-titik rawan bencana sebelum melakukan perjalanan. Jika perlu, beristirahat sejenak di tempat yang aman apabila hujan lebat terjadi dengan durasi yang lama sebelum melewati daerah rawan bencana seperti longsor.

“Namun apabila tetap harus melewati, perlu melihat kondisi daerah yang dilalui tanda-tanda rawan longsor atau seperti butiran-butiram tanah yang jatuh dari tebing atau pohon tumbang,” ungkapnya. (Rahmadi/yki)

Baca Juga

Petugas BPBD evakuasi warga terjebak banjir di Kota Padang.
Banjir Kota Padang, BPBD Sumbar Turunkan Puluhan Personel dan 4 Perahu untuk Evakuasi Warga
BMKG Ungkap Penyebab Hujan Lebat hingga Picu Banjir di Padang
BMKG Ungkap Penyebab Hujan Lebat hingga Picu Banjir di Padang
ilustrasi
Polisi Ekshumasi Makam Siswi SD Rawang Diduga Korban Perundungan Hari Ini
Meskipun aktivitas vulkanik Gunung Marapi di Sumatra Barat menunjukkan penurunan, Badan Geologi tetap mempertahankan status Level III (Siaga)
Prakiraan Cuaca: Kawasan Lereng Gunung Marapi Berpotensi Hujan hingga Senin Pagi
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias membuka rapat kerja Pra Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) I Apeksi
Yayasan Ford de Kock Laporkan Walikota Bukittinggi ke KPK
foto: ig @stefanolilipaly
Stefano Lilipaly Sadang di Balando, Mulai Latihan Basamo Semen Padang Pakan Ko