BKSDA Sumbar dan Polisi Tahan Seorang Warga yang Simpan 583 Burung Dilindungi

Langgam.id-burung yang dlindungi

BKSDA Sumbar dan Polres Bukittinggi melepasliarkan burung yang dilindungi di Taman Wisata Alam Gunung Marapi. [foto: BKSDA Sumbar]

Langgam.id – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat  (Sumbar) bersama Kepolisian Resor Bukittinggi mengamankan serta melepasliarkan 583 ekor jenis burung yang dilindungi.

Pemiliknya seorang warga dengan inisial F (49) yang diduga sebagai penjual satwa dilindungi ditahan.

Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono mengatakan, operasi ini dilakukan karena adanya informasi masyarakat terkait dugaan perdagangan satwa dilindungi.

Berdasarkan informasi tersebut, Kepolisian Resor Bukittinggi bergerak ke lokasi yang bertempat di Jorong Parabek, Kenagarian Ladang Laweh, Kabupaten Agam untuk melakukan penangkapan dan penyitaan burung.

“Selanjutnya barang bukti diamankan di Resor Konservasi Wilayah Bukittinggi untuk dilakukan identifikasi. Mengingat jumlahnya yang sangat banyak,” katanya Selasa (12/10/2021).

Kemudian terangnya, tim yang terdiri dari pihak BKSDA Sumbar, Kepolisian Resor Bukittinggi, dan Puskeswan Bukitinggi melakukan pelepasliaran di Taman Wisata Alam Gunung Marapi

Pelepasliaran ini dilakukan setelah berkoordinasi dengan penyidik dan pihak kejaksaan.

4 Jenis Burung yang Dilindungi

Dari hasil identifikasi tim, jenis burung yang diamankan terdiri dari 4 jenis yang dilindungi dan 7 jenis yang tidak dilindungi.

Jenis yang dilindungi yaitu Pleci gunung (zosterops mountanus) sebanyak 500 ekor, Jantingen (anthreptes rhodolaemus) sebanyak 1 ekor. Cuca daun Sumatra (cholopsis venusta) sebanyak 14 ekor dan Poksai Sumatera (garrulax bocolor) sebanyak 16 ekor.

Jenis yang tidak dilindungi yaitu Brinji kelabu (hemixos havala) sebanyak 2 ekor, Sunda bulbul sumatra (Ixosvirescens sumatranus) sebanyak 9 ekor, Cuca kuricang (pycnonotus attriceps) sebanyak 3 ekor.

Baca juga: Polisi dan BKSDA Lepaskan 583 Ekor Burung Hasil Sitaan di Kawasan Marapi

Kemudian, Cuca gunung (pycnonotus bimaculatus) sebanyak 8 ekor, Kucica kampung (copcychus saularis) sebanyak 14 ekor/tidak. Madu sriganti (nectarina jugularis) sebanyak 11 ekor, Murai besi (heterophasa picaoides sebanyak 5 ekor.

“Kami menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi dan apresiasi kepada Kepolisian Resor Bukittingi, Puskeswan Bukittinggi, RKW Bukittinggi. Serta semua tim yang terlibat dalam penanganan perdagangan satwa yang dilindungi,” katanya.

Dia mengatakan bagi masyarakat yang ingin memelihara burung jangan sampai membeli yang dilindungi. Sementara ntuk mengetahui apa saja jenis satwa yang dilindungi dapat dilihat di internet.

Baca Juga

Polda Sumbar memperlihatkan barang bukti saat penggerebekan kampung narkoba di Polda Sumbar.
Polda Gerebek Kampung Narkoba di Padang, DPRD: Ini Tamparan Keras
Hadapi Semen Padang Fc, PSMS Medan Targetkan Tiga Poin
Hadapi Semen Padang Fc, PSMS Medan Targetkan Tiga Poin
TIM SAR mengevakuasi wisatawan terjatu dari puncak air terjun robo di Harau, Payakumbuh.
Korban Terjatuh di Air Terjun Robo Ditemukan Meninggal 
Asap Karhutla, Kasus ISPA di Kota Padang Meningkat Tajam 
Asap Karhutla, Kasus ISPA di Kota Padang Meningkat Tajam 
Sepekan Pascabanjir Pessel, Lebih 500 Rumah di Rahul Tapan Krisis Air Bersih
Sepekan Pascabanjir Pessel, Lebih 500 Rumah di Rahul Tapan Krisis Air Bersih
Polda Sumbar Tangkap 21 Orang di Padang dalam Kasus Narkoba 
Polda Sumbar Tangkap 21 Orang di Padang dalam Kasus Narkoba